Cerita Bq Suyat Pilih Kampus Unram Kuliah Kedokteran

Oleh: Abah Nun

Bq Suyat atau nama lengkapnya Baiq Suyatmin Rahma, adalah siswa lulusan SMAN 4 Praya Lombok Tengah, di luar sekolah anak dari pasangan Mamiq Suyat dan Inaq Suyat ini, selalu sempatkan waktu berjualan kebab.

kendati begitu, semangat belajarnya tidak pernah surut, dan tahun ini sukses lulus masuk kuliah di Universitas Mataram (Unram), mengambil jurusan Kedokteran.

Waktu itu, Suyat masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Suatu hari, aku bertanya padanya, “Yat, nanti kalau lulus mau lanjut kuliah ke mana nak ?”

Dengan tegas dia menjawab, “Insyaallah di Unram saja, Bah.”

Aku bertanya lagi, “Oh, kalau begitu rencananya mau ambil jurusan apa?”

“Kedokteran, Bah. Suyat berharap bisa dapat beasiswa,” jawabnya.

Aku merasa heran lalu balik bertanya, “Kenapa tidak coba daftar yang jauh-jauh ? Seperti UGM atau UI ? Kan itu universitas ternama?”

Suyat tersenyum lalu berkata, “Suyat sebenarnya mau banget kuliah di UI atau di Jakarta, Bah. Itu kan impian banyak orang.”

Namun, dia pun menjelaskan alasan kuat di balik pilihannya untuk tetap bertahan di Unram.

Menurutnya, dia memilih Unram karena lokasinya dekat dengan rumah, sehingga lebih mudah dijangkau. Dia sadar betul, jika kuliah di luar daerah, biaya di awal pasti sangat besar. Mulai dari uang sewa kos, beli perlengkapan tidur, sampai alat-alat untuk hidup mandiri. Itu semua butuh biaya yang tidak sedikit.

Sedangkan Abah tau bagaimana kondisi prekonomian keluarga Suyat, kalau tidak berusaha untuk beli beras pun tidak ada. Jadi Suyat kasihan untuk memaksakan kehendak pribadi untuk kuliah ke luar daerah, dan lagian selama ada kampus yang memiliki jurusan yang sama di daerah, ngapen harus jauh jauh. Pilih yang dekat saja Bah.

Jadi, dengan kuliah di Unram, setidaknya beban biaya hidup bisa ditekan seminimal mungkin. Bisa lebih hemat, tidak perlu jauh dari keluarga, dan tetap bisa mengejar cita-citanya menjadi dokter tanpa memberatkan orang tua.

Perjuangan yang Tidak Mudah

Sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan resmi menjadi mahasiswi kedokteran, perjalanan Suyat tidaklah mudah. Dia sempat mengikuti tes masuk beberapa kali namun hasilnya belum memuaskan.

Baru satu tahun kemudian, tepatnya setelah masa jeda itu, dia akhirnya dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran Unram.

Di tengah masa penantian dan perjuangan selama setahun itu, berbagai macam saran dan masukan datang menghampiri. Banyak yang menyarankan agar Suyat berpikir ulang dan memilih jurusan lain yang dianggap lebih mudah atau memiliki tingkat kelulusan yang lebih cepat.

Namun, disini aku memposisikan diri. Sebagai orang yang mendukungnya, saya terus mendorong Suyat agar tetap menjaga semangat dan pendiriannya. Saya yakinkan dia untuk tidak goyah memilih Fakultas Kedokteran ini.

Keyakinan yang saya berikan berdasarkan pengalaman yang saya lihat dan kisah-kisah inspiratif yang pernah saya baca. Bahwa pada akhirnya, orang-orang yang tekun, ikhlas, dan tulus dalam belajar, merekalah yang akan benar-benar meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

Itulah kisahnya, kenapa dr. muda Baiq Suyatmin Rahma memilih mengabdikan masa studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Sebuah pilihan yang lahir dari kearifan memikirkan kondisi keluarga, serta keteguhan hati mempertahankan mimpi meski banyak godaan untuk beralih arah.

Pesanku, jangan pernah merasa bahwa gagal 1, 2 dan 3 kali lalu menyerah. Bangkitlah belajar anak anakku sekalian. Ayo belajar dan belajar insyaallah kalian akan sukses dunia akhirat. Doa kami menyertai kalian anak anakku semua. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *