Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Siswa SMPN 1 Praya khususnya kelas IX, berilah 377 kompak memberikan dukungan kepada pihak sekolah tempat mereka belajar, untuk tetap melakukan proseai perpisahan di lingkungan sekolah.
“Kami sempat mendengar dari bapak ibu guru, kalau prosesi perpisahan di tiadakan, ini bikin kami bersama seluruh siswa kelas IX berkumpul di sekolah, guna memberikan dukungan secara moril kepada guru guru kami agar prosesi perpisahan harus dan wajib dilakukan,” kata Tsaqiela Octavia Zahra siswa kelas IX kemarin.
Kenapa ini harus dan wajib di lakukan lanjut dara cantik ini, sebab momen ini adalah momen langka yang ia tunggu tunggu selama tiga tahun lamanya. Selain itu prosesi perpisahan ini adalah jadi kenangan hidup sekali seumur hidup, sebab perpisahan di SMPN 1 Praya ini, tidak akan lagi ia temukan. Sehingga apapun caranya, pihaknya bersama teman temannya sudah sepakat prosesi perpisahan ini harga mati.
“Ini kenangan sekali seumur hidup, apapun persyaratannya kami siap lakukan bersama teman temannya demi prosesi perpisahan ini dilaksanakan,” tegasnya.
“Untuk iuran perpisahan ini, selain kesepakatan ibu bapak kami, kami bersama teman teman juga sepakat dengan iuran Rp 70 ribu satu orang dan tidak ada di antara teman teman kami yang tidak setuju,” sambung Ahada juga siswa Kelas IX SMPN 1 Praya Loteng.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Praya Abdur Rahman mengaku, pihaknya dalam perpisahan ini tidak memiliki kewenangan, sebab sudah ada panitia Khusus yang di bentuk oleh osis dan para wali, termasuk komite.
Kendati demikian, dengan lahirnya banyak isu ini itu dan malah sampai naik di media masa, mau tidak mau pihaknya ikut menyikapi persoalan ini.
“Bicara panitia perpisahan saya sebagai kepala tidak masuk di kepengurusan, namun informasi yang saya terima, besok pagi para wali, komite dan panitia dari kalangan osis akan rapat. Apapun hasilnya itu tergantung panitia,” tutupnya. (Nu-01).
