Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebanyak 332 peserta didik kelas XII MAN 1 Lombok Tengah (Loteng), di lepas. Syukuran dan pelepasan tersebut di gelar di halaman Madrasah setempat, Sabtu (9/5).
Syukuran dan pelepasan ini mengangkat tema Tema “Melangkah dengan ilmu, berjalan dengan iman, menggapai masa depan cemerlang”.
Dalam sambutannya Kepala MAN 1 Loteng H. Masdiono mengatakan, tidak terasa sudah tiga tahun lamanya, anak anakku dibina, di didik di MAN 1 Loteng. Saking tidak terasa, seolah olah kemarin kemarin anak anakku masuk jadi siswa pilihan.
“Tuga tahun lalu ibu bapak telah menyerahkan anak anaknya untuk dididik, hari ini kami kembalikan dengan suasana yang beda, jika dulu mereka polos dan lugu, sekarang mereka sudah jadi anak terdidik, berprestasi dan pilihan,” katanya.
Kenapa pihaknya mengatakan siswa pilihan, sebab dulu saat anak anakku mendaftar ada sekitar 987 orang, dan yang diterima saat itu sebanyak 350 orang.
“Tidak salah saya sebutkan anak anakku adalah pilihan, sebab saat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masuk Perguruan tinggi, puluhan orang yang lulus, termasuk ada yang lulus jurusan kedokteran Universitas Mataram (Unram),” sambungnya.
Selanjutnya setelah lepas, anak anakku harus jaga Almamater MAN 1 Loteng, ilmu yang pernah di dapatkan, itu jadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, termasuk anak anakku harus jadi cahaya dan pembimbing di tengah masyarakat.
“Ilmu agama dan umum anak anakku sudah diberikan, kini saatnya anak anakku sebar luaskan dan saya berharap yang lulus harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” pintanya.
Dikatakan, ada tiga penunjang kesuksesan, pertama jangan sekali kali meningalkan solat, sebab solat adalah penghubung hamba dengan sang khaliq. Ke Dua hormati orang tua dan guru, sebab orang tua adalah orang orang mulia yang telah membesarkan kalian, dan guru adalah orang yang telah membimbingmu sehingga menjadi orang yang berilmu.
Terakhir menuntut ilmu, dengan ilmu jadi kunci kesuksesan dunia-akhirat, warisan para Nabi, serta peninggi derajat manusia dan petunjuk jalan sebaik baik jalan.
“Yakinlah para ibu bapak wali, anak kita ini orang cerdas semua, saya harapkan ilmu yang mereka punya dilanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mengingat zaman ini sudah modern dan itu semua kuncinya adalah ilmu,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Kemenag Loteng yang di wakili kasi Pontren M. Salim mengatakan, apa yang di katakan kepala MAN 1 Loteng soal kelebihan ilmu itu memang benar adanya.
Sebab tidak ada ceritanya orang yang berilmu jadi sampah masyarakat, dari itulah pihaknya meminta kepada siswa siswi yang tamat, manfaatkan waktu muda mu saat ini, untuk terus belajar.
Selain itu, setiap orang punya masa dan masa masa mendatang akan di isi oleh anak anakku sekalian. Selanjutnya kepada para orang tua wali, pihaknya juga berharap untuk melanjutkan pendidikan mereka, sebab mereka semua adalah harapan masa depan.
“Jadikan kelulusan ini jadi pembuka meraih prestasi lebih gemilang, terutama anak anakku yang lulus lewat SNBP yang sudah diterima oleh sejumlah perguruan tinggi negeri ternama, yang tidak lulus peluang untuk jadi orang sukses masih terbuka, yang terpenting saat ini semangat ingin jadi orang sukses ada,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB Dr. H. Zamroni Aziz mengaku bangga dengan raihan prestasi yang telah di ukir oleh siswa MAN 1 Loteng. Pasalnya dari ratusan yang lulus, sudah puluhan yang lulus lewat jalur SNBP.
Keberhasilan ini jadi bukti, kalau madrasah tidak kalah hebat dengan sekolah, sebab di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama, alhamdulillah tidak sedikit yang lulus.
“Lulus lewat jalur SNBP itu tidak mudah, tapi siswa MAN 1 Loteng jadi bukti, kalau lulusan madrasah tidak kalah dengan lulusan lembaga lain,” katanya.
Dalam tasyakuran dan penamatan ini, ada dua hal yang harus diingat, yaitu ilmu. Apalagi saat ini zaman sudah canggih.
Untuk menguasainya itu tentu harus dengan ilmu, baik urusan dunia ataupun akhirat.
“Rasulullah nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya, jika kita mau selamat di dunia harus dengan ilmu, mau selamat di akhirat juga dengan ilmu, mau selamat ke duanya, juga dengan ilmu,” jelasnya.
Selamat di dunia misalnya, dengan kemajuan teknologi saat ini, penguasaan ilmu amatlah penting, agar tidak tertinggal. Dari itu pihaknya meminta kepada siswa yang lulus, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pemerintah telah melahirkan banyak program demi kemajuan pendidikan, ada namanya beasiswa dan yang lainnya, jadi mohon kepada para wali siswa, jika tidak mampu silahkan bisa daftarkan anak anaknya untuk bisa mendapatkan beasiswa,” pintanya. “Jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu, apalagi ilmu agama sebab itu jadi bekal di akhirat,” sambung mantan Kemenag Loteng ini. (NU-01).
