Putra Daerah Lotim, Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

Lombok Timur (ntbupdate.com)-Ns. Khaerul Azmi, M.Kep., CDFCC., WOC(ET)N, putra asli Kabupaten Lombok Timur NTB, sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, setelah meraih Juara 2 dalam lomba E-Poster Presentation pada ajang bergengsi Borneo Wound Summit (BWS) 2026, digelar di Kuching, Sarawak, Malaysia 14-16 Mei 2026.

Ns. Khaerul Azmi merupakan Owner Klinik Al-Muchlisin Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, sekaligus tergabung dalam Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA) NTB.

Ns. Khaerul Azmi, salah satu delegasi Indonesia di forum ilmiah yang diikuti praktisi dan peneliti perawatan luka dari berbagai negara.

Dalam kompetisi ini, alumni Muallimin NW Anjani Kecamatan Suralaga Lombok Timur, mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Noticeable Reduction of Slough and Improved Periwound Integrity with Hydrophilic Fiber and Hydrocolloid (“Penurunan jaringan mati (slough) yang nyata dan perbaikan keutuhan kulit di sekitar luka (periwound) dengan menggunakan serat hidrofilik dan hidrokoloid”).

Ns. Khaerul Azmi, M.Kep., CDFCC., WOC(ET)N mengatakan, dalam ajang ini pihaknya sengaja mengambil tulisan karya ilmiah, yang sejalan dengan aktifitas di klinik yang ia dirikan.

“Sulit sulit mudah mungkin ini bahasa yang cocok saya katakan pak, soalnya dalam conference ini saya berhadapan dengan puluhan utusan pilihan di masing-masing negara, namun saya optimis karena lomba ini sejalan dengan bidangnya dan saya sendiri membuka klinik dengan tema lomba dan alhamdulillah saya sukses meraih juara dua,” katanya. Ahad (16/5).

Di posisi ke Dua lanjutnya, baginya itu sangat membanggakan, pasalnya untuk bisa masuk ke level Internasional amat sulit, artinya banyak liku liku yang sudah di lewati baru bisa masuk ke level Internasional.

Di level Internasional, pihaknya dihadapkan dengan peserta pilihan, namun alhamdulillah berkat doa dan dukungan keluarga, di sertai semangat cinta tanah air, alhamdulillah satu persatu ia lalui dan sukses meraih juara dua.

Dijelaskan dalam lomba ini pihaknya melakukan penelitian tentang kombinasi balutan modern hydrophilic fiber dan hydrocolloid dalam menurunkan slough secara signifikan serta meningkatkan integritas kulit sekitar luka. Inovasi berbasis praktik klinis ini mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri internasional dan mengantarkannya meraih posisi runner-up pada kategori E-Poster.

Sedangkan Borneo Wound Summit 2026 sendiri merupakan konferensi internasional bergengsi di bidang manajemen luka yang mempertemukan dokter, perawat spesialis luka, akademisi, hingga industri kesehatan dari berbagai negara.

“Dalam conference Tahun ini, konferensi mengusung tema “Wound Couture”, menekankan pentingnya pendekatan inovatif dan personal dalam perawatan luka modern, dan alhamdulillah saya mampu mempertahankan karya ilmiahnya di hadapan para dewan juri,” tuturnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa tenaga kesehatan dari daerah, termasuk NTB, mampu bersaing di level global.

Kehadiran dirinya di forum internasional, tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Lombok Timur, NTB, dan Indonesia.
“Ini adalah kebanggaan bagi saya sendiri yang saya persembahkan untuk Lombok Timur dan NTB. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan daerah untuk terus berinovasi dan percaya diri tampil di panggung internasional,” ungkapnya.

Selain itu, keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran aktif komunitas wound care Indonesia, khususnya InWCCA NTB, dalam mendorong pengembangan praktik berbasis evidence dan peningkatan kualitas layanan perawatan luka di tanah air. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *