Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhibbin NW Mispalah Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), salah satu madrasah di pusat kota Praya telah berdiri puluhan tahun.
Sabtu (23/5), Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Loteng, menggelar acara Haflah Ikhtitam Akhir Dirosah untuk jenjang pendidikan RA, MI, MTs dan MA, di halaman ponpes setempat.
Dalam Haflah Ikhtitam Akhir Dirosah tahun ini, mengambil Tema “Meneguhkan ilmu menguatkan Akhlak menuju generasi Qur’ani yang berkhidmat untuk ummat”.
Hadir wakil Bupati Loteng, Baznas NTB, Baznas Loteng, camat Praya, ketua PGRI Loteng, wali santri dan para tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Loteng Dr. HM. Nursiah mengatakan, pihaknya sangat salut dengan pimpinan dan pengurus Ponpes ini. Pasalnya semenjak ia masih SMP, pihaknya dulu sering lewat di depan Ponpes dan sampai saat ini, pihaknya berdiri langsung dan masih eksis melaksanakan pendidikan.
“Kalau saya hitung hitung, Ponpes ini sudah lama, sebab dulu semasih SMP ponpes ini sudah berdiri dan sampai sekarang masih eksis melaksanakan pendidikan,” katanya.
Atas hal itu, pihaknya juga sangat yakin ribuan alumninya pasti banyak tersebar ke seluruh NTB dan bahkan ke luar daerah.
“Atas nama pemerintah daerah Loteng, menyampaikan banyak terimakasih sebab dari ribuan alumni ponpes ini, wajib dan pasti telah memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Ketua panitia H. Syakirunniam Izzi mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia, yang tak kenal lelah dari dua minggu lalu, sudah mempersiapkan segala kebutuhan sehingga acara puncak ini berjalan dengan lancar.
“Tak ada yang sempurna, jika ada kekurangan mohon dimaafkan, tapi yang jelas panitia telah mengemas acara ini sesuai dengan hasil kesepakatan dan berjalan lancar, Terimkasih kami ucapkan kepada seluruh panitia,” ucapnya.
Dikatakan, acara ini bukan seremonial semata, namun bagian dari ungkapan rasa syukur atas selesainya masa pendidikan dan mudah mudahan acara ini melahirkan kenangan yang baik. Kepada para santri santriwati yang tamat, tumbuhkan semangat untuk terus belajar, agar nantinya bisa jadi orang yang berguna bagi agama nusa dan bangsa.
Sementara itu pengurus Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Loteng TGH. Habib Ziadi berpesan, jaga Almamater madrasah, jadilah lampu penerang di tengah masyarakat. Apalagi Ponpes ini telah banyak menamatkan alumni tersebar di seluruh wilayah Loteng hingga ke luar daerah.
Dalam melanjutkan pendidikan, pihaknya tidak memiliki hak untuk menekan ke mana mau melanjutkan pendidikan, terutama santri yang tamat di MI dan MTs. Cuman pihaknya berharap, selama masih ada jenjang pendidikan di tempat kenapa tidak melanjutkan di tempat.
“Menuntut ilmu dimanapun, bagi saya sama saja, tergantung kita sebagai pelajar, alangkah baiknya yang tamat di MI ataupun MTs, bisa melanjutkan pendidikan ditempat,” harapnya.
Sementara itu Camat Praya Loteng Loteng Lalu Balia Prawiranegara mengatakan, usia Madrasah ini sangat lama, saking lamanya tentunya banyak para santri yang sudah tamat. Dan ini tentunya telah memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, daerah dan bangsa.
Secara umum keberadaan Ponpes juga telah mengambil peran nyata untuk kemerdekaan RI, dari itu pihaknya berharap jasa jasa ponpes untuk negara terus mengalir, sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman.
“Jika dulu para santri angkat senjata, sekarang para santri harus jadi garda terdepan dalam mengisi kemerdekaan,” katanya.
Dari itu, pihaknya meminta kepada yang tamat, untuk tidak puas silahkan lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Tadi saya dengar TGH. Habib Ziadi kalau para alumni ponpes Darul Muhibbin telah banyak jadi pejabat, sekarang adik adik yang tamat harus lebih dari mereka dan jangan menikah dulu, gapai cita citanya,” pintanya.
Sementara itu Wakil Ketua Baznaz NTB Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Drs. Muhammad Ardi Samsuri meminta kepada para wali siswa, untuk jangan malu malu bertanya apalagi bermusyawarah bersama anak anaknya.
Mari jadikan kebiasaan yang kecil jadi awal untuk membangun kebersamaan dalam rumah tangga. “Sekarang anaknya ibu bapak sudah selesai melaksanakan pendidikan, jika ada sesuatu yang tidak diketahui bisa ibu bapak bertanya dan mari biasanya anak anak kita jadi teman musyawarah,” katanya.
Selanjutnya kepada para orang tua, mari dukung anak anaknya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pemerintah melalui program pendidikan gratis, bisa untuk diusulkan agar anak anaknya tidak putus sekolah.
Untuk para santri yang tamat, jangan melalaikan solat. Sebab solat adalah tiang agama dan insyallah jika selalu ingat kepada Allah, maka allah pasti akan mudahkan jalan. (NU-01).
