Lale Syifa’, Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Al Barroh NW Bagek Payung Lotim

Lombok Timur (ntbupdate.com)- Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Lombok NTB, Hj. Lale Syifaun Nufus secara intensif tak kenal lelah terus mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di berbagai titik di Pulau Lombok.

Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barroh NW Bagek Payung Kecamatan Suralaga Lombok Timur (Lotim).

Hj. Lale Syifaun Nufus mengatakan, adapun tujuan utama sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mengarahkan masyarakat agar senantiasa hidup rukun berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Empat Pilar yang digagas oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) ini menjadi fondasi sekaligus panduan berbangsa dan bernegara dengan tujuan yang jelas.

“Semua nilai nilai dalam berbangsa dan bernegara, semuanya sudah ingklut dalam Empat pilar Kebangsaan, makanya itu penting disampaikan kepada masyarakat, terutama di kalangan pemuda dan santri, termasuk yang sudah kita lakukan di Ponpes Al Barroh NW Bagek Payung Kecamatan Suralaga Lombok Timur,” katanya, Senin (15/6).

Memilih ponpes lanjutnya, karena ponpes tempat berkumpulkannya para tunas bangsa, yang notebenenya sasaran dari sosialisasi Empat pilar ini, salah satunya santri dan lingkungan madrasah sebagai garda terdepan dalam merawat toleransi, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan.

“Saya kan besar di ponpes, jadi tau betul bagaimana kehidupan dan orang orang didalamnya, makanya sasaran dari sosialisasi 4 pilar ini, sangat tepat dilakukan di Ponpes, dan saya yakin tepat sasaran,” ungkapnya.

Dijelaskan, Pancasila. Sebagai lambang dasar dan ideologi negara, tujuannya adalah agar masyarakat memiliki pedoman moral, keyakinan, dan cita-cita yang kuat dalam bermasyarakat.

Sedangkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Berperan sebagai konstitusi negara, tujuannya memastikan bahwa seluruh tatanan kehidupan bernegara berjalan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di mana ini, Berfungsi sebagai bentuk negara yang final, tujuannya adalah untuk menjamin kedaulatan wilayah, ketertiban, serta keamanan bagi seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Yang terakhir. Bhinneka Tunggal Ika, Menjadi semboyan negara, tujuannya memelihara dan merawat keragaman suku, agama, dan budaya agar menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa, bukan pemicu perpecahan.

“Yang jelas. Secara keseluruhan, implementasi pilar-pilar ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” jelasnya.

Dikatakan, dalam sosialisasi ini, pihaknya sengaja menyasar anak anak muda terutama kalangan santri termasuk masyarakat.

Di setiap pertemuan, pihaknya selalu menekankan perkuat Persatuan, itu penting ia sampaikan, guna mengimplementasikan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat agar persatuan tetap terjaga di tengah berbagai perbedaan.

Di Lombok pada khususnya, nilai Gotong Royong masih melekat, hal ini terlihat disetiap ada kegiatan keagamaan, kegiatan kemasyarakatan dan yang lainnya, nilai gotong royong masih melekat dan ini harus dijaga.

“Yang jelas, pembelajaran dalam Empat pilar ini, di Lombok pada khususnya masih saya rasakan melekat, dengan penguatan Empat pilar ini, saya harapkan nilai nilai gotong royong dan kebersamaan terus terjaga,” tutupnya. (Nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *