H. Lalu Wirajaya: Guru Kreatif, Siswa Aktif Dan Ramah Anak, Itulah Ponpes Yanmu NW Layak Kita Gurui

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Di zaman modern saat ini, di butuhkan
Guru inovatif, pendidik yang mampu beradaptasi dengan zaman, mampu melahirkan gagasan atau metode baru, serta memanfaatkan teknologi untuk membuat kelas lebih menarik, agar murid tetap semangat belajar.

Guru tidak hanya memakai cara lama, tetapi aktif mencari solusi agar siswa paham pelajaran dengan mudah.

Metode dan strategi ini, ternyata sudah diterapkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Munirul Arifin (Yanmu) NW Praya Lombok Tengah (Loteng).

“Kami tak pungkiri Yanmu NW ini memang belum lama berdiri, sebab banyak ponpes di Loteng yang berdiri sebelum Yanmu NW, tapi bicara kemajuan Yanmu NW cukup maju dan santrinya sangat banyak dan berprestasi, termasuk pasilitasnya juga lengkap, Ponpes ini juga ramah anak,
ini patut kita gurui biar kita sama sama maju,” kata Wakil Ketua I DPRD NTB H. Lalu Wirajaya, Jumat (7/8).

Atas prestasi tersebut, tentunya itu tidak lepas dari inovasi pembina dan guru dan pihaknya bersama ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Wakil Ketua II DPRD NTB H. Yek Agil, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, serta kemenag Loteng H. Lalu Syahdi, mendatangi Ponpes Yanmu NW untuk memberikan penghargaan bagi Guru Inovatif tersebut.

“Kita harapkan semua lembaga pendidikan di bawah Kemenag NTB pada khususnya, bisa seperti Yanmu NW Praya, yang mampu menerapkan digitalisasi, menerapkan SOP dan reward and punishment kepada guru dan muridnya, ini harus kita gurui,” pintanya.

Dikatakan, guru Inovatif selalu mampu mencari terobosan baru, misalnya saat ini guru inovatif suka pakai media dan teknologi baru saat mengajar.

Guru inovatif pasti paham bahwa setiap anak punya cara belajar beda. Termasuk guru inovatif mampu melahirkan suasana kelas jadi seru dan aktif.

“Kalau kita paham dengan karakter anak, insyallah anak akan semakin senang belajar,” ungkapnya.

Selain itu, guru Inovatif juga tidak puas dengan ilmu yang dimilikinya, namun ia merasa ilmunya masih kurang sehingga itu membuatnya semakin rajin belajar, selalu ikut pelatihan atau webinar online.

Guru inovatif juga tidak segan segan mau mendengar dan menerima masukan dari para siswa. Terbuka pada perubahan kurikulum dan zaman, Sering uji coba game atau kuis dalam kelas.

“Yang jelas guru inovatif semua masukan itu dijadikan pelajaran untuk perubahan lebih baik, dan tidak mau tertinggal dengan kebutuhan zaman, saya berharap semua guru tanpa terkecuali untuk terus berpacu dalam perubahan, apalagi di era digitalisasi saat ini,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *