Dompu (ntbupdate.com)- Ditengah isu Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni sedang tersandung kasus suap terkait rekomendasi pelepasan kawasan hutan, baru baru ini masyarakat Desa Serinomo Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB, di gegerkan dengan penemuan ratusan Blok kayu yang di duga hasil penebangan liar di sekitar hutan Tambora.
Atas hal itu, masyarakat setempat langsung bergerak cepat dan berkonsultasi langsung dengan aparat TNI setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim intelijen Brigif TP 31/PS bersama anggota Provost dan Babinsa Desa Serinomo segera bergerak menuju lokasi. Setelah melakukan pengecekan di lapangan, petugas menemukan ratusan balok kayu tanpa pemilik yang tersusun di beberapa titik dalam kawasan tersebut.
Barang Bukti (BB) tersebut. kemudian diserahkan ke pihak Resort Pekat BKPH WILYAH VI RTK 53 untuk diamankan dan diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Perwakilan tim gabungan Batih Intel Sertu Supardi mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang peduli dengan kawsan hutan Tambora.
Apalagi akhir akhir ini masyarakat sekitar semakin resah dengan maraknya aktivitas penebangan liar di kawasan Hutan Tambora. Warga menilai aktivitas tersebut dapat merusak kelestarian hutan, mengancam sumber mata pencaharian, serta berpotensi menimbulkan bencana alam.
Berangkat dari kepedulian terhadap kelestarian hutan, masyarakat memberikan informasi kepada aparat mengenai adanya ratusan balok kayu yang diduga merupakan hasil penebangan liar. Tumpukan kayu tersebut disembunyikan di belakang area kebun tebu untuk menghindari pantauan petugas.
“Kami dari aparat sangat berterima kasih kepada masyarakat yang peduli dan melaporkan adanya tumpukan kayu, yang diduga hasil penebangan liar di sekitar hutan Tambora, sinergi seperti ini sangat kita harapkan dalam menjaga kelestarian Hutan Tambora,” katanya, Sabtu (4/7).
Dikatakan, sinergi antara TNI, aparat kewilayahan, petugas kehutanan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian Hutan Tambora RT 53 dari berbagai bentuk perusakan hutan.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah memberikan informasi. Berkat kerja sama tersebut, temuan ini dapat segera ditindaklanjuti. Kami berharap masyarakat terus berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembalakan liar maupun pelanggaran lainnya di kawasan hutan,” ungkapnya.
Aras hal itu ke depan, masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi kehutanan dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan Hutan Tambora guna mencegah terulangnya praktik penebangan liar.
Warga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang merusak kelestarian hutan.
Sinergi antara masyarakat, TNI, dan pihak kehutanan diharapkan mampu menjaga kelestarian Hutan Tambora sebagai aset alam yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (NU-01).
