Narkoba Sasar Semua Profesi dan Usia, FP4 NTB dan SEMESTA NTB, Dukung AKP Muliadi Berantas Narkotika

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Momentum Hari Bhayangkara sekaligus meningkatnya status Polres Lombok Tengah (Loteng), menjadi Polresta Loteng, menjadi harapan baru bagi upaya penegakan hukum di Loteng, khususnya dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB bersama SEMESTA NTB menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Kasat Reserse Narkoba Polresta Loteng yang baru, AKP Muliadi, yang dikenal memiliki rekam jejak dan pengalaman bertugas di sejumlah Polres di wilayah NTB.

Sekretaris FP4 NTB dan sekaligus Direktur LBH Wahana Advokasi Rakyat (LBH WAR) , L. Deny Rusmin Jayadi, S.H., menilai pengalaman yang dimiliki AKP Muliadi menjadi modal penting dalam memperkuat strategi pemberantasan narkoba di Loteng.

“Kami optimistis kehadiran AKP Muliadi akan membawa semangat baru melawan narkoba atau memberantas narkoba. Pengalamannya di berbagai POLRES di NTB menjadi bekal yang sangat berharga untuk membangun langkah-langkah penindakan yang profesional, terukur, dan efektif,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat kepolisian. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, tokoh agama, pemuda, media, hingga lembaga pengawas agar upaya pencegahan dan pemberantasan berjalan lebih maksimal.

Karena itu, FP4 NTB dan SEMESTA NTB menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis bagi Polresta Loteng.

“Kami akan terus mengawal, mengawasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap setiap langkah Kasat Narkoba yang baru. Pengawasan yang kami lakukan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai bentuk partisipasi masyarakat agar penegakan hukum semakin profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik,” tegas Adv. L. Deny Rusmin Jayadi.

Sementara itu, Sekretaris SEMESTA NTB, Ahmad Naufal Faorani, menegaskan bahwa ancaman narkotika kini telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang profesi maupun usia.

“Hari ini narkoba tidak lagi mengenal batas. Penyalahgunaannya telah merambah berbagai profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga aparatur, serta menyasar semua kelompok usia. Karena itu, dibutuhkan langkah penindakan yang tegas, profesional, dan terukur terhadap para pelaku jaringan narkotika. Di sisi lain, upaya pencegahan harus diperkuat melalui pendekatan persuasif dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Keberhasilan perang melawan narkoba hanya dapat dicapai apabila aparat penegak hukum dan masyarakat bergerak bersama,” katanya panjang.

FP4 NTB dan SEMESTA NTB menilai pendekatan represif dan preventif harus berjalan beriringan. Penegakan hukum yang konsisten terhadap bandar dan pengedar harus dibarengi dengan edukasi, sosialisasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar penyalahgunaan narkotika dapat dicegah sejak dini.

Dengan naiknya status menjadi Polresta Loteng, FP4 NTB berharap peningkatan organisasi tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan, kapasitas personel, serta efektivitas penegakan hukum, termasuk dalam memutus mata rantai peredaran narkotika yang masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

FP4 NTB dan SEMESTA NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui edukasi, kepedulian sosial, serta keberanian melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan masyarakat, kami yakin Loteng dapat menjadi daerah yang lebih aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *