Lombok Tengah (ntbupdate.com)-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., MH, memastikan pendidikan santri korban kebakaran di salah satu Pondok Pesantren di Lombok Tengah.
“Santri korban kebakaran ini, saya sendiri yang jamin pendidikan mereka dan datanya kami pindahkan ke madrasah negeri dengan biaya pendidikan 100% gratis. Jangan sampai musibah ini menghentikan cita-cita mereka menuntut ilmu,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., MH, saat mengunjungi santri korban kebakaran bersama Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H dan Ketua Bhayangkari Polda. Selasa (7/7).
Hak santri korban kebakaran untuk mendapatkan pendidikan, jangan sampai terhenti dan pihaknya sendiri yang menjamin kelanjutan pendidikan mereka sampai selesai.
“Jaminan pendidikan gratis ini, salah satu upaya kemenag NTB meringankan beban keluarga korban. Sebab mereka ini adalah anak-anak kita. Luka mereka luka kita semua. Pemerintah, Polri, dan Kemenag akan terus mendampingi sampai pulih dan kembali ke bangku pendidikan, sedangkan yang telah meninggal dunia, semoga di tempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ujar H. Zamroni Azziz.
Sementara itu Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Kalingga Rendra Raharja memberikan jaminan pengobatan gratis.
“Sebagai bentuk rasa kemanusiaan, kami dari Polda NTB, memberikan jaminan pengobatan gratis di RS Bhayangkara Mataram,” janjinya.
Adapun nama nama santri korban kebakaran di antaranya, Ahmad Deven Ramadan, 13 tahun asal Dusun Sintung Tengak, Desa Karang Sidemen, Kecamatan BatuKliang Utara, Loteng. Kelas 1 SMP. Mengalami luka berat dan sebelumnya masih menjalani perawatan di rumah dan langsung mendapatkan tindakan medis perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.
Sahid Al Hudri, 12 tahun, Santri asal Dusun Gunung Wakul, Desa Setiling, Kecamatan BatuKliang Utara, Loteng. Kelas 1 SMP. Mengalami luka berat dan sebelumnya masih dirawat di rumah dan langsung mendapatkan perawatan medis sampai sembuh di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.
Dan Muhamad Sahril Sobirin, 13 tahun Santri asal Dusun Gontoran, Desa Teratak, Kecamatan BatuKliang Utara, Loteng. Kelas 1 SMP. Berpulang ke rahmatullah keluarga menerima langsung santunan dari Polda NTB. (NU-01).
