567 Siswa SMAN 1 Praya Ikuti MPLS 2026, H. Kadian: Selamat Datang di SMAN 1 Praya

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebanyak 567 siswa baru SMAN 1 Praya yang beralamatkan di jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 1, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026/2027.

Pantauan ntbupdate.com, terlihat para peserta MPLS 15 menit sebelum pembukaan dimulai sudah ada di tempat, dengan menggunakan baju warna Putih, celana hitam untuk siswa dan rok warna hitam untuk siswi, para siswa baru terlihat penuh gembira. Satu sama lain saling bersalam salaman untuk saling mengenal. Bukan hanya itu, ada juga yang sibuk mencari kelompok masing-masing, ada juga yang jalan jalan keliling melihat lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 1 Praya Loteng H. Kadian mengatakan adapun tujuan dari MPLS ini adalah.

Pertama membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan fisik sekolah, kurikulum, sistem pembelajaran, tata tertib, dan fasilitas yang ada.

Dua, mengenali potensi diri, memberikan ruang bagi siswa untuk menggali potensi, minat, dan bakat mereka di lingkungan yang baru

Tiga, menumbuhkan nilai-nilai karakter positif seperti saling menghormati, kerja sama, dan sopan santun tanpa adanya intimidasi atau tugas yang tidak relevan.

Dan terakhir, membangun interaksi positif, menjalin relasi yang baik dan sehat antara siswa baru, teman sebaya, guru, dan seluruh warga sekolah.

“Selama MPLS, masing-masing siswa sudah diberikan tata tertib dan panduan, jadi mereka tinggal laksanakan,” katanya. Senin (13/7).

Dikatakan, ada beberapa hal yang menjadi materi selama MPLS diantaranya, menanamkan pola pikir berkembang sangat penting di era saat ini.

Mengingat, tantangan akademis dan sosial di tingkat SMA jauh lebih kompleks. Murid yang memiliki pola pikir ini tidak akan mudah menyerah saat menghadapi kegagalan, mereka justru melihat kesulitan sebagai tantangan untuk terus belajar dan mengasah kapasitas diri.

Selanjutnya kecakapan abad 21, Di era digital yang serba cepat, apabila sekadar menghafal materi pelajaran sudah tidak lagi cukup. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi adalah survival skills yang mutlak dibutuhkan agar murid mampu beradaptasi dan bersaing di dunia nyata.

Menjadikan 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai kompas utama Harus ada keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual murid secara utuh (holistik). Di jaman modern yang sangat dinamis, tantangan dunia nyata tidak lagi sekadar menguji nilai akademik murid di atas kertas, melainkan pentingnya integritas, kemandirian, dan karakter sosial yang kuat.

“Yang jelas ilmu dan praktik selama MPLS ini, itu jadi bekal siswa siswi baru dalam mengenali lingkungan, penguatan karakter serta jadi ilmu dasar jadi siswa di SMAN 1 Praya, termasuk membentuk individu adaptif yang menguasai pemikiran kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas,” jelasnya. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *