MATARAM (ntbupdate.com)- Ke empat kalinya, massa yang tergabung dalam organisasi Lombok Global Institut (LOGIS) NTB, melakukan aksi di depan Mapolda NTB, Rabu (17/01).
Aksi ke-empat kalinya ini, mereka mendesak Polda NTB menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) “mafia tanah” di Lombok Barat, yang sampai saat ini masih menghirup udara segar alias belum ditangkap.
Namun sayang, bukan humanis yang mereka dapatkan, namun kembali mendapatkan perlawanan dari aparat kepolisian dan di duga aparat merampas spanduk yang berisikan media tuntutan keadilan.
“Awalnya, kami ingin membentangkan spanduk sepanjang 500 meter bertuliskan desakan agar Polda NTB menangkap DPO Muhammad Harharah. Namun sebelum dibentangkan, aparat kembali merampas. Padahal spanduk itu kami jadikan media untuk menyampaikan aspirasi Kami, kok malah mau dirampas. Kami sempat didorong, tapi kami tetap bertahan,” tegas Koordinator Umum (Kordum) aksi, sekaligus direktur Logis NTB M. Fihiruddin.
Atas hal itu, pihaknya sangat menyesali apa yang ditujukan aparat kepolisian, semestinya aparat bersyukur dan mendukung penegakan hukum, mendapatkan perhatian, kok malah dihalangi.
“Semakin kami di halangi, kami semakin penasaran siapa sih sebenarnya Muhammad Harharah yang sudah masuk DPO, kok sampai sampai mendapatkan panggung istimewa dari aparat, dan kami tidak akan sampai di sini menuntut keadilan,pekan depan kami akan turun dengan massa yang lebih besar,” tegasnya. (rilis)
