Dari Safari Kapolres Loteng di Polsek Pratim, Kades Se Pratim Curhat

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Kapolres Lombok Tengah (Loteng) AKBP Iwan Hidayat, S.I.K, keliling safari dan silaturrahmi ke seluruh Polsek se Loteng, termasuk di Polsek Praya Timur Loteng.

Kapolsek Praya Timur Loteng IPTU Jalaluddin mengucapkan selamat datang, di jajaran Polsek Praya Timur. “Selamat datang bapak Kapolres AKBP Iwan Hidayat, S.I.K di Polsek Praya Timur, semoga program safari kali ini membawa manfaat dan berkah,” katanya, Rabu (31/1).

Untuk diketahui oleh bapak Kapolres lanjutnya, dalam program safari dan silaturrahmi ini, pihaknya telah mengundang seluruh Kepala Desa (Kades) SE Kecamatan Praya Timur, termasuk jajaran Forkompimcam dan tokoh agama dan masyarakat.

Selanjutnya sesuai dengan agenda, mohon kepada seluruh Kepala Desa, untuk menyampaikan semua keluh kesah, terkait kondisi di wilayahnya masing-masing. “Kami persilahkan kepada para kades untuk curhat, silahkan keluarkan semua unek-unek yang perlu di sampaikan,” pintanya.

Sementara itu Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, S.I.K mengatakan, mengunjungi seluruh Polsek se Loteng, bertujuan untuk melaksanakan silaturrahmi dengan jajaran dan menyerap aspirasi terkait beberapa persoalan di bawah, termasuk menjaga kondusifitas Loteng jelang Pileg dan Pilpres.

“Hari ini kita lakukan silaturrahmi di tiga Polsek, diantaranya Polsek Janapria, Praya Timur dan Polsek Praya Tengah,” katanya. “Tujuan kita, disamping bersilaturrahmi dan menjaga kondusifitas jelang pileg dan pilpres, saya juga berharap para kepala desa curhat terkait kondisi Kamtibmas di Desa masing-masing,” sambung perwira menengah ini.

Pantauan ntbupdate.com, orang nomor satu di jajaran kepolisian Loteng, tidak banyak bicara dan langsung membuka sesi tanya jawab.

Dalam sesi tanya jawab tersebut Kepala Desa Marong Lalu Santiaji mengatakan, tiga bulan lalu pihaknya pernah bersurat ke lantas Polres Loteng. Dimana dalam surat tersebut, pihaknya meminta agar perangkat desa dan Kades SE Kecamatan Praya Timur bisa di pasilitasi dalam pembuatan SIM. Sebab dalam mengurus kebutuhan masyarakat, tidak sedikit persyaratan yang harus di selesaikan di Kabupaten, sehingga SIM salah satu kelengkapan berkendaraan, para petugas yang belum memiliki SIM, untuk bisa dibantu untuk dibuatkan.

Sementara itu Kades Sukaraja Purnama meminta agar pembinaan, khususnya kepada anak anak di bawah umur lebih di perbanyak. Mengingat akhir akhir ini sering sekali kriminal yang dilakukan oleh anak anak di bawah umur, bila perlu kasih epek jera, hukum sesuai aturan yang berlaku, agar anak anak tidak mengulanginya.

Selanjutnya masalah kekeringan, seiring musim tanam, pihaknya meminta kepada Kapolres untuk mencarikan solusi penyelamatan kepada para petani, mengingat masyarakat Praya Timur secara umum dan masyarakat Desa Sukaraja secara khusus, rata rata berpenghasilan dari tani. Sedangkan air sebagai kebutuhan pokok untuk mengairi sawah mereka, tidak ada.

“Kami tau regulasi atau tugas bapak tidak seperti yang kami minta, namun kami berharap bisa di sampaikan ke Pemda Loteng terkait persoalan yang dihadapi masyarakat Praya Timur Loteng, siapa tau ada celah untuk bisa membantu petani kita,” bebernya

Senada disampaikan Kades Mujur Junaidi, seiring kemajuan zaman, kriminal pindah tren, artinya pelaku ada dari kalangan pelajar.

Atas hal itu, pihaknya berharap polisi lebih banyak melakukan penyuluhan tentang hukum di sekolah sekolah, biar para pelajar mengerti hukum.

Selanjutnya Sahram utusan dari Desa Beleka Lebe Sane meminta, agar polisi lebih intens melakukan pengawasan terkait peredaran narkoba.

Sementara itu dalam jawabannya Kapolres Loteng mengatakan, jika surat sudah dimasukkan, pihaknya akan mengingatkan kasat lantas. “Malah kita sangat bersyukur, masyarakat mengerti syarat berkendaraan, pak Kades Marong surat yang sudah dimasukkan, saya tindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu untuk Kades Sukaraja,
penegakan hukum di Indonesia saat ini, anak anak dibawah umur, diberikan pembinaan. Jika di proses dan di tahan, di khawatirkan di lapas akan bertemu dengan para mantan mantan penjahat, dan tidak menutup kemungkinan anak tersebut semakin lepas kontrol.

Selain itu, di lapas juga sudah oper kapasitas. “Kejahatan yang dilakukan oleh anak dibawah umur, boleh di proses namun pada hal hal tertentu, makanya saya menyarankan untuk dibina, silahkan dari keluarga terkecil melakukan pembinaan, insyaallah anak anak kita akan berubah, dan itu sudah saya lakukan kepada anak saya sendiri, saya kasih skor tidak memberikan uang jajan selama dua bulan, sehingga anak saya mengerti sendiri, pada intinya kita harus tegas memberikan pembinaan,” bebernya panjang. “Sedangkan masalah kekeringan, nanti kami coba bahas dengan Pemda Loteng,” sambungnya.

Untuk pak Sahram perwakilan Desa Beleka Lebe sane, masalah narkoba, pemberantasannya itu dari hulu hingga hilir, dan kepolisian masuk di hilir, dan kepolisian terus memburu, baik pemakai ataupun pengedar dan tidak sedikit yang sudah di tahan. “Untuk pemberantasan narkoba, ini butuh kerjasama kita, dan mari kita sama sama perangi barang haram ini,” tutupnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *