Peternak Ayam, Asal Lobar Jadi JCH Termuda di NTB

MATARAM (ntbupdate.com)- Sebanyak 4.949 Jama’ah Calon Haji (CJH) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berangkat ke tanah suci Makkah tahun 2024. Dari 4. 949 JCH tersebut, menariknya JCH asal Lombok Barat tepatnya di Kecamatan Lingsar yang masuk di kloter 3, masuk jadi JCH termuda.

“Saya lahir tahun 2004 dan sekarang baru umur 19 tahun, tamat sekolah menengah atas, tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, saya fokus jadi peternak ayam di kampung dan Alhamdulillah tahun ini dapat panggilan ke tanah suci Makkah, Alhamdulillah,” ucap Taopik Hidayat kemarin.

Diceritakan, sebenarnya ia menggantikan ibundanya yang telah meninggal dunia tahun 2021 lalu, artinya saat mendaftar dulu, atas nama ibundanya, namun karena beliau sakit dan meninggal dunia, sehingga dirinya yang menggantikan namanya.

Di mana almarhumah ibundanya mendaftar tahun 2012 silam. Seyogyanya ibundanya akan berangkat tahun 2021, namun karena covid-19, sehingga di undur tahun ini.

Namun sayang beliau di panggil duluan sama sang Khaliq, sehingga pihaknya menggantikan kursi beliau dan Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat ke tanah suci Makkah.

Jadi JCH termuda dan pengganti ibundanya lanjutnya, pihaknya intens mengikuti bimbingan dan belajar kepada para tuan guru, agar selama pelaksanaan ibadah haji, semua syarat rukun fardu, bisa dilaksanakan dengan baik. Karena ini adalah penghargaan yang sangat mulia yang tidak mau ia sia siakan, apalagi melaksanakan ibadah haji masuk dalam rukun Islam.

“Alhamdulillah semua sudah saya pelajari, insyaallah kesempatan ini tidak saya sia siakan, di tambah lagi Dengan tenaga masih energik, insyaallah semua rukun fardu ibadah haji, bisa ia laksanakan dengan baik, dan saya sangat bersyukur bisa berangkat ke tanah suci Makkah di waktu muda dan mudah mudahan setelah ini ada nasib lagi untuk berangkat,” harapnya.

Sementara panitia Kepala Seksi Humas PPIH Embarkasi Lombok M. Syukri QH, berpesan kepada seluruh JCH yang berangkat tahun ini untuk selalu menjaga baik nama daerah dan negara. Termasuk jangan lupa jaga kesehatan dan pola makan. “Semua instruksi pembimbing harus dilaksanakan, termasuk tim medis agar selama pelaksanaan ibadah haji, jiwa raga sehat wal Afiat, jangan lupa jaga nama baik daerah dan negara serta do’akan agar semua kaum muslimin muslimat bisa melaksanakan ibadah haji,” pintanya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *