LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Wathan Nahdlatul Wathan (NW) Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), gelar syukuran pelepasan dan kenaikan kelas.
Syukuran dan kenaikan kelas tersebut, dipusatkan di halaman Ponpes setempat, Sabtu (15/6).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kanwil Kemenag NTB, santri santriwati, para wali murid, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa, kepala KUA Praya Barat Daya dan Kemenag Loteng dan beberapa tamu undangan lainnya.
“Acara syukuran ini kita kemas jadi Empat, pertama pelepasan santri santriwati yang sudah menyelesaikan pendidikan di Ponpes Nurul Wathan NW, Ke Dua Kenaikan kelas para santri santriwati, Ke Tiga bersilaturrahmi dengan para guru dengan para wali dan ke Empat Penyerahan wakaf tanah Untuk Ponpes. Untuk pelepasan santri santriwati tahun ini, sebanyak 165 orang,” kata H. Syukri dalam sambutannya.
Selanjutnya kepada para santri santriwati, pihaknya berharap jadilah penerang di tengah masyarakat, jaga nama baik almamater ponpes. Bukan hanya itu saja, anak anakku juga jangan puas dengan pendidikan yang sudah didapatkan.
Silahkan lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebab zaman saat ini sudah modern, hanya dengan ilmu, hidup jadi terarah dan jadi bekal masa depan.
“Silahkan anak anakku lanjutkan pendidikan sesuai dengan keinginannya, tapi alangkah baiknya anak anakku yang tamat di RA, MI dan MTs, lanjutkan pendidikan di tempat, sebab yang akan di cari di luar, sudah ada di tempat,” ungkapnya.
Dikatakan, saat ini di Makkah ribuan ummat muslim se dunia, sedang melaksanakan rukun Islam ke 5, semoga semua Jamaah Haji di sana, di berikan kesehatan selama melaksanakan ibadah haji dan pulang dengan membawa haji mabrur.
“Semoga kita juga segera mendapatkan panggilan untuk melaksanakan ibadah haji,” cetus Sekretaris Lazah NW ini.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB H. Zamroni Aziz mengatakan, dari semua undangan perpisahan yang di hadirnya, pihaknya selalu menekankan kepada Santri Santriwati, untuk selalu taat kepada orang tua.
Dan tidak canggung canggung, pihaknya meminta kepada santri untuk mempraktikkan, bagaimana cara menghormati dan taat kepada orang tua.
“Di semua tempat saya di undang di acara pelepasan, saya selalu minta santri Santriwati naik di panggung dan memanggil orang tuanya, saya langsung suruh mencium kaki orang tuanya, itu saya lakukan sebagai contoh bagiamana caranya kita taat dan menghormati orang tua, termasuk di tempat ini harus kita praktekkan,” katanya tegas. “Anakku Anggun Sri Dewi, silahkan naik bawa orang tuanya, Anggun, silakan sujud kepada ibumu,” sambung mantan Kemenag Loteng ini.
Dikatakan, Sujud adalah simbol bagaimana cara menghormati dan taat pada orang tua. Orang tua telah berjasa besar kepada kita semua, bagaimana di jaga hingga menjadi besar.
“Setelah anak anakku jadi orang, mohon orang tua dan guru jangan dilupakan, ingat jasa jasa beliau yang telah membesarkan dan mendidik, sehingga anak anakku menjadi orang hebat,” ungkapnya.
Menghormati orang tua dan guru adalah kunci keberhasilan dalam hidup. Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya menghormati dan memuliakan kedua orang tua.
Ia menambahkan, Ada dua konsep utama untuk menjadi orang sukses. Pertama, taat kepada orang tua. Kedua, taat kepada guru. InsyaAllah, dengan taat kepada kedua orang tersebut, kesuksesan akan selalu menyertai. Oleh karena itu, mari anak anakku semua berkomitmen untuk selalu menghormati dan taat kepada orang tua dan guru, karena merekalah yang menjadi fondasi utama keberhasilan kita.
Zamroni tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi juga memberikan hadiah kepada para santri sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara para santri dengan masyarakat luar. para santri diharapkan merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mencapai cita-cita mereka.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bisa menjadi contoh bagi orang lain untuk peduli dan memberikan perhatian kepada anak-anak di pondok pesantren. “Anak-anak adalah generasi penerus, dan sudah sepatutnya kita memberikan yang terbaik untuk mereka,” tuturnya.
Dengan langkah kecil ini, pihaknya berharap dapat memberikan dampak positif dan inspirasi bagi banyak pihak, khususnya dalam hal mendukung pendidikan di pondok pesantren.
Pantauan ntbupdate.com, dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di lingkungan Kanwil Kemenag NTB ini, menyerahkan sumbangan 50 sak Semen secara pribadi. (nu-01).
