LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Lombok Tengah (Loteng) sukses menjadi juara umum dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi NTB, yang di pusatkan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) belum lama ini.
Juara umum dalam lomba MTQ tingkat Provinsi NTB, itu bukan yang pertama bagi kontingen Loteng, pasalnya dalam MTQ+MTQ sebelumnya, Kafilah Loteng juga pernah jadi juara umum.
Namun hal yang menarik dibalik juara umum tahun ini, Kafilah Loteng, pertama kali memboyong emas dalam lomba Karya Tulis Ilmiah (Kasih). Penyumbang emas dalam ajang bergengsi ini di raih oleh Ihfan Rahmawadi asal Dusun Taken-Aken Desa Lekor Kecamatan Janapria Loteng.
Dijelaskan, dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah ini, di babak penyisihan pihaknya menyodorkan makalah dengan judul “Transformasi besiru dalam menopang ekonomi keluarga miskin analisis Q.S. al hasyr ayat 7 dan 9”. “Alhamdulillah penjabaran dari judul ini, saya berhasil mengharumkan nama baik Loteng sebagai juara pertama dan sukses mempersembahkan medali Emas Perdana di cabang lomba ini,” ucap Alumni S1 Program Studi Sosiologi Universitas Mataram 2023, Award Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada Program Studi Magister Sosiologi Univesitas Gadjah Mada 2023.
Sementara itu, Pembina Cabang Karya Tulis Ilmiah Dr Hamdan didampingi Dr. M.Zaki mengatakan, makalah Ihfan dapat disimpulkan bahwa, berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan tiga poin utama. Pertama,
Besiru merupakan kearifan lokal masyarakat Suku Sasak Lombok yang di dalamnya terdapat praktik tolong-menolong antar masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang membutuhkan sumber daya (materi atau tenaga) dan dilakukan secara bergantian dan berkesinambungan.
Namun kata guru SMAN 1 Praya itu, seiring perkembangan zaman menyebabkan Besiru semakin terkikis karena semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat dan tidak adanya nilai ekonomis secara langsung dalam pelaksanaannya, sehingga Besiru harus ditransformasi.
Ke Dua kata Hamdan, penjelasan Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 7 dan 9 beserta tafsirnya mengisyaratkan bahwa distribusi kekayaan dan sumber daya harus dilakukan secara adil tanpa menghapus kepemilikan individu, sehingga manfaat dari kekayaan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Proses distribusi dan kerja kolektif sesuai penjelasan ayat tersebut lanjut Hamdan, setidaknya memiliki tiga prinsip utama yang sejalan dengan praktik Besiru, yaitu keadilan, pemerataan manfaat kekayaan tanpa menghapus kepemilikan individu, dan kerja kolektif yang mengutamakan kepentingan bersama.
Ke Tiga, transformasi Besiru dapat diwujudkan dalam bentuk program Besiru Farming yang menghimpun berbagai pihak seperti pemilik lahan, keluarga yang tidak memiliki lahan, dan pemerintah untuk bekerja secara kolektif dalam mengelola lahan pertanian.
Program ini memungkinkan setiap pihak untuk mendapatkan akses dan manfaat dari sumber daya dan kekayaan secara adil, sehingga ketimpangan sosial dapat dikurangi. Dengan demikian, transformasi ini dapat menopang ketahanan ekonomi keluarga, terutama keluarga miskin.
Pada babak final Ihfan menyodorkan makalah dengan judul “Rekonstruksi Cyber Region Untuk Mengoptimalkan Pemahaman Keislaman di Media Sosial. Analisis Qur’an Surat Annahl Ayat 125 dan Al-Hujarat Ayat 6”
Hamdan mengatakan prestasi juara 1 ini merupakan yang pertama kali. “Sebelumnya kita belum pernah raih emas, tumben pada pelaksanaan MTQ ke XXX di Sumbawa Barat kita dapat juara 1, ini tentu membahagiakan kami” ujarnya.
Dia menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Loteng dan jajarannya yang telah memberikan support moril maupun materiil, sehingga peserta sangat bersemangat terlebih lagi mengantarkan langsung peserta dan ofisial serta pelatih ke KSB.
“Kehadiran pak Bupati bersama jajarannya sangat memberikan dorongan semangat kepada kami, mudah mudahan pada MTQ selanjutnya kita dapat pertahankan juara umum termasuk juga cabang karya ilmiah. Kesuksesan ini juga tidak lepas dari arahan dan bimbingan Ketua Harian LPTQ Loteng TGH Sabaruddin Abdurrahman saat TC,” tutupnya.
Catatan ntbupdate.com, selain Ihfan Rahmawadi, satu kafilah asal Loteng juga berhasil menempati harapan 1 atas nama Rahayu Praya Ningsih, dalam lomba yang sama. (nu-01)
