LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)-
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng) tuntas. Kini siswa baru di SMAN 1 Praya Loteng, nyaman melaksanakan pendidikan, soalnya selama MPLS, siswa diberikan bekal awal masuk proses pendidikan.
Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Praya Loteng Saudi menjelaskan, selama proses MPLS, siswa diberikan bekal, sebagai dasar awal sebelum mengikuti proses pendidikan.
“Pra dan MPLS kita adakan selama 4 hari, hari Kamis masuk pra MPLS, dilanjutkan dengan MPLS dari hari Jum’at, Sabtu dan Ahad,” terangnya, Senin (15/7).
Di jelaskan, untuk hari Kamis atau pra MPLS, fokus pada pembagian kelompok, membersihkan kelas dan pengumuman MPLS,
Selanjutnya pada hari Jum’at, upacara sekaligus pembukaan MPLS, pengenalan lingkungan sekolah dan Tata Tertib (Tatib) sekolah.
Pada hari Sabtu, pengenalan pasilitator dan pendamping, di lanjutkan dengan materi sholat berjamaah dan diajarkan tata cara berwudhu.
Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan guru atau pendidik, dengan cara menebak dengan memakai metode permainan, seperti peragaan gambar. Misalnya saja gambar guru dipampang dengan cara muka setengah di blur dan sebelah transparan.
“Metode ini membuat siswa hati hati memberikan jawaban, nama nama guru termasuk bidang pelajaran yang dipegang. Alhamdulillah sebagian besar siswa, hafal nama guru dan mata pelajaran yang di empu, ini artinya mereka sangat peka,” jelasnya.
Dan pada hari Ahad atau hari terakhir, materinya tentang Akidah akhlak, ada pengenalan kurikulum, Pancasila dan wiyatamandala.
Dari beberapa materi yang telah diberikan lanjutnya, di hari pertama pelaksanaan pendidikan, Alhamdulillah semua siswa sudah mengenal lingkungan, tatib di sekolah, termasuk guru gurunya dikenali sambil menunjukkan adab dan akhlak mereka.
“Proses pendidikan di hari pertama, Alhamdulillah lancar, terutama peserta didik baru, proses pendidikan langsung action,” ujarnya.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Praya Loteng H. Kadian mengatakan, jumlah peserta didik yang daftar di atas ribuan siswa. Hanya saja jumlah siswa yang diterima disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang ada.
Dimana jumlah siswa yang diterima sebanyak 360 orang dengan kapasitas 10 Rombongan Belajar (Rombel). “Kita ingin semua peserta didik kita tampung, hanya saja ada aturan dan kemampuan, sehingga kita terima sesuai dengan jumlah Rombel,” katanya.
Kendati demikian lanjutnya, tingginya animo masyarakat memasukkan anaknya di SMAN 1 Praya Loteng, pihaknya akan minta tambahan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.
Di mana pihaknya telah melayangkan surat permohonan, agar diberikan tambahan dua rombel. Agar di tahun ajaran 2024/2025, jumlah siswa kelas XI di SMAN 1 Praya bertambah jadi 12 Rombel. “Semoga usulan kita ini diterima,” harapnya. (nu-01).
