Cerita Amran Pemilik Artshop Yulia Pottery Creative Yang Sukses Dari Desa Penujak (2).

Ketika di awal dimulainya bisnis gerabah, lesu loyo malas terus menghantui apalagi ketika merugi. Hal itu membuat semangatnya kian malas, di tengah kebimbangan, istri selalu hadir memberikan saran dan semangat untuk bangkit, ternyata kekuatan itu ia rasakan sendiri hingga sekarang, kerajinan gerabah Artshop Yulia Pottery Creative sudah tembus ke mancanegara

SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH

ISTRI perjuangan itu memang pahit, terkadang itu bisa membuat seseorang patah semangat, ketika, apa yang dituju selalu kandas. Keberadaan orang terdekat seperti istri yang memberikan semangat amat bernilai, seperti yang pernah dirasakan oleh Amran sang pemilik Artshop Yulia Pottery Creative Dusun Tenandon Desa Penujak Kecamatan Praya Tengah.

Kepada ntbupdate.com di kediamannya di Dusun Tenandon, Amran menuturkan keberadaan istri sebagai penyemangat telah mampu membangkitkan dirinya dari keterpurukan menggeluti bisnis gerabah. Pasalnya di awal dimulainya bisnis ini, bukan untung yang ia dapatkan namun merugi.
Apalagi di saat mulai merintis bisnis ini tahun 2008, modal sangat sulit, sehingga ketika rugi melulu ia rasakan, pihaknya ingin segera gulung tikar alias mencari penghasilan lain.
Namun sang istri, selalu memberikan semangat sembari memberikan kisah perjalanan para pengusaha yang sukses, yang pernah mengalami nasib yang sama.

“Istri saya atas nama Mislah, selalu hadir ketika dirinya dihadapkan dengan merugi, dengan berbagai macam cara istri terus memberikan hiburan sambil memberikan kisah para pengusaha sukses, dari cerita itu saya semakin kuat dan Tawakkal dan alhamdulilah, setelah lama istiqomah Artshop Yulia Pottery Creative Dusun Tenandon Desa Penujak ini, hasil kerajinan gerabah nya sudah tembus sampai ke manca negara,” katanya kemarin.

Buah istiqomah tersebut lanjutnya, pihaknya mampu membiayai keluarganya hingga mampu meluluskan anaknya sampai sarjana. Selain itu, penghasilan perbulannya yang ia dapatkan tembus sampai Rp 40 juta dari modal awal Rp 40 ribu. Bukan hanya itu saja, pihaknya juga sudah bisa merekrut tenaga luar, dan ini artinya Artshop Yulia Pottery Creative, sudah bisa membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Lombok Tengah.

“Alhamdulilah tidak sedikit para pekerja kita rekrut, dan ini artinya Artshop Yulia Pottery Creative, berkontribusi untuk pemerintah, dan kami juga butuh perhatian balik, minimal bantu kami memasarkan hasil kerajinan kami, biar ada lampu besar,” ujarnya sembari bercanda.

Diakuinya, hasil kerajinan gerabah Artshop Yulia Pottery Creative Penujak, juga sempat mendapatkan perhatian dari pemerhati kerajinan gerabah dari Jawa, dimana selama dua minggu lalu, datang ke Artshop Yulia Pottery Creative untuk belajar.

Sementara itu Mislah istri  Amran mengaku sebagai istri harus taat terhadap perintah suaminya, sehingga apapun yang dilakukan, selalu ia dukung.

Terutama ketika suaminya sedang mengeluh, pihaknya selalu menasihati sambil memberikan semangat. Tidak ada usaha yang dimulai dari Nol, bakal mulus pasti banyak cobaan.
Sehingga alhamdulilah, atas keistiqomahan, Artshop Yulia Pottery Creative sudah besar seperti saat ini. “Alhamdulillah, anaknya yang paling besar atas nama Yuliana juga menuruti jejaknya, kendati bisnis lain, anaknya buka bisnis mas mutiara di Banyumulek,” terangnya.

Sedangkan anaknya yang satunya lagi atas nama Imam Wahyudi sudah mulai menggeluti usaha gerabah ini dan alhamdulilah kemarin selesai kuliah.

Selanjutnya jenis gerabah yang dibuat, mulai dari harga terendah dan  tertinggi. Untuk harga terendah ada asbak rokok, tempat lilin, piring, kendi tempat dupa dan yang lainnya.
Sedangkan kerajinan paling mahal adalah tugu rumah berbagai seni, harganya sampai Rp 10 Juta. “Untuk tugu rumah ada 7 yang sudah mesan 3 di antaranya sudah jadi,” terangnya (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *