MATARAM (ntbupdate.com)- Kabupaten Lombok Timur alfa mengirimkan peserta rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi NTB tahun 2023. Adapun Kabupaten Kota yang mengirimkan pesertanya diantaranya Pemkot Mataram 5 orang, Kabupaten Lombok Barat 4 orang, Lombok Utara 3 orang, Lombok Tengah 3 orang, Sumbawa Barat 6 orang, Sumbawa 6 orang, Dompu 1 orang, Kabupaten Bima 3 orang dan Kota Bima 5 orang, sedangkan Kabupaten Lombok Timur tidak ada peserta.
Selanjutnya seleksi PHD ini sedianya akan di ikuti oleh 44 orang peserta yang lulus verifikasi dari 50 orang yang mendaftar, namun di ruang CAT hanya terdapat 39 orang yang hadir.
Kegiatan Rekrutmen PHD tersebut dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pendidikan Agama (Kanwil Kemenag) NTB H. Zamroni Aziz.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kesra Prov.NTB H. Sahnan dan Kabid Haji Hj. Eka Muftatiah Kepala Dinas Kesehatan Prov. NTB dan Kepala MAN 2 Mataram. Rekrutmen petugas PHD dilaksanakan di Aula PPT MAN 2 Mataram, sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 39 orang. Sabtu (04/03).

Kabid Haji Hj. Eka Muftatiah dalam laporan mengungkapkan, adapun tujuan seleksi petugas Haji Daerah ini adalah, untuk mendapatkan PHD yang akan membantu Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), di masing-masing kloter, terutama dalam memberikan Pembinaan, Pelayanan dan perlindungan bagi jemaah Haji dan tentunya agar penyelenggaraan Ibadah Haji dapat berjalan lancar, aman tertib dan teratur.
“Kita menginginkan pelaksanaan haji bagi jamaah lancar dan sempurna, sehingga kita latih PHD, sebagai petugas dalam melaksanakan tugasnya,” katanya.
Dikatakan, dalam proses seleksi, ini merupakan bagian penting dalam persiapan penyelenggaraan ibadah Haji setiap tahunnya, dan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sehingga mampu menjaring petugas yang memiliki kompetensi manajerial dan teknis serta komitmen dalam melaksanakan tugas.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz, dalam arahannya mengingatkan kepada seluruh calon PHD bahwa tahun 2023 layanan Haji Indonesia adalah mengusung Jargon “Haji Yang Berkeadilan dan Ramah Lansia”.
Selanjutnya Jemaah Haji NTB yang akan berangkat tahun ini sebanyak 4.599 orang, secara profesi 60-70℅ adalah petani dan nelayan dengan pendidikan dibawah standar.
Untuk Petugas Haji harus mengutamakan tugas pokoknya sebagai petugas, bagi petugas yang tidak sanggup melaksanakan tugasnya dengan baik, maka itu harus siap dipulangkan.
“Tugas petugas haji harus diutamakan, jika ada dari petugas ini yang setengah hati mau melaksanakan tugasnya, bila perlu saya sarankan mulai dari sekarang mundur,” tegasnya.
Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab jemaah Haji tahun ini cukup banyak yang lansia, sehingga pihaknya meminta kepada petugas harus serius dalam melaksanakan tugasnya.
“Jargon pelaksanaan ibadah Haji tahun ini mengambil tema Pelayanan Haji yang Berkeadilan dan Ramah Lansia. Makanya saya tekankan kepada petugas harus siap dari sekarang,” sambungnya.
Mantan Kasi Pekapontren ini menambahkan, kendati tugas petugas haji tahun ini terbilang berat, namun alhamdulilah yang mendaftar cukup banyak. Atas hal itu pihaknya mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi seluruh Kabupaten yang mengikuti kegiatan CAT petugas Haji daerah tahun ini.
Mudah mudahan proses rekrutmen berjalan dengan baik dan lancar, sesuai yang di harapkan. (nu-01)
