Modern, MIN 1 Loteng Lakukan Praktik SBDB Tangkal Budaya Lokal Tergerus

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), saat ini menjadi potret NTB, khususnya di bidang Pariwisata. Hal ini tentunya para wisatawan datang ke Loteng, membawa budaya masing-masing.

Menangkal budaya luar yang dikhawatirkan bakal menggeser budaya lokal, MIN 1 Loteng yang beralamatkan di Kelurahan Leneng Kecamatan Praya Loteng, bekali siswanya tentang budaya lokal, yang di kemas dengan nama Seni Budaya dan Prakarya (SBDB).

“Dalam SBDB kali ini, kami fokus pada tiga budaya lokal, yakni bagaimana caranya Menyilak, praktik menggunakan baju adat dan praktik menggunakan bahasa halus,” kata Kepala MIN 1 Loteng Mahruf, Sabtu (19/3)

Dalam SBDB ini lanjut Kepala MIN 1 Loteng, hanya melibatkan 137 siswa kelas VI. “Implementasi dari SBDB ini, akan di Praktik kan selama puasa, agar hasilnya sesuai yang diharapkan, dan siswa kami bisa terapkan setelah selesai pendidikan di MIN 1 Loteng,” terangnya.

Akan dipraktikkan selama puasa lanjut kandidat Doktor ini, sebab selama puasa suntuk, pihaknya sudah membuatkan program khusus selama puasa dan dalam waktu tertentu, juga akan diadakan buka puasa bersama dan disini lah anak anak kelas VI akan mempraktikkan hasil SBDB ini. “Insyallah kita juga akan adakan program buka bersama di madrasah, di sini kita akan praktikkan dan mengukur sebuah mana penerapan SBDB ini berhasil,” ulasnya.

Dikatakan, ada beberapa hal yang membuat dirinya tertarik kenapa mengambil tiga budaya sebagai bahan praktik di SBDB ini. Pertama pihaknya tertarik dengan salah satu tulisan ulama’ yang menyebutkan, sebuah generasi memunculkan peradaban baru sesuai dengan zamannya dan peradaban tersebut bercirikan, khas agama dan budaya artinya budaya terintegrasi dengan agama.

Tiga budaya yang di praktikkan tersebut, menurutnya erat kaitannya dengan agama, sehingga fokus mempraktikkan tiga kebudayaan tersebut.

Dua, pihaknya menginginkan agar MIN 1 Loteng, menjadi lembaga pendidikan agama yang kental dengan prestasi umum dan religius, sehingga nantinya bisa jadi contoh yang lain.

Bicara prestasi di bidang umum, baru baru ini siswa MIN 1 Loteng telah sukses meraih 18 medali emas, 14 perak 4 perunggu.

Adapun nama siswa-siswi yang sukses meraih medali emas, diantaranya Rifa Ayudia Inara kelas 3 B, mapel yang diikuti Matematika meraih Medali Emas, Safira Winata kelas 3 C, Matematika Emas, Yumna Fahira kelas 4 A, Matematika medali Emas, Hyura Mayzaki kelas 5 B Bahasa Inggris Emas.

Ihlasul Amal kelas 5 B, Bahasa Inggris Emas, Satria Gagah Putra A kelas 6 A Matematika Emas, Mohammad Ingga Erlangga kelas 6 A, Matematika Emas, Nafasha Irhabnabil kelas 6 A IPA Emas.

Sulastin Sya’bania kelas 6 A, Matematika Emas, Isaura Qolbu kelas 6 A Matematika Emas, Raditya Athaya Musaiyar kelas 6 B, Bahasa Inggris Emas, Taraka Rezky Radesya kelas 6 B IPA Emas, Lalu Gita Purwadi kelas 6 B IPA Matematika Emas Emas.
Fayza Syatira kelas 6 C Bahasa Inggris Emas, M. Anugerah Utama 6 D, Matematika dan Bahasa Inggris Emas Emas dan M. Rafif Zacky 6 D IPA Emas.

Selanjutnya siswa siswi yang memperoleh medali Perak, Tekad Izzul Prasetyo kelas 3 A IPA perak, Anugerah Affan Albari kelas 3 C IPA Perak, Qisya Salsabila Sashi kelas 5 A, IPA Perak.
Kumaila kelas 5 B, Matematika dan IPA Perak Perak.
Moh Ingga Erlangga kelas 6 A, Matematika Perak, M. Fatan Azizan kelas 6 A Matematika Perak,
Afghan Ismul Azhom kelas 6 B IPA dan Matematika Perak Perak, Marsido Zacky Zaidan kelas 6 B IPA Matematika Perak Perak, Al-Khalifa Bara Damai G kelas 6 B IPA Perak. L. Ahmad Zulalunnur 6 C IPA medali Perak, dan
M. Rafif Zacky 6 D, Matematika Perak

Sedangkan siswa-siswi yang mendapatkan medali perunggu masing-masing M. Ihlasul Amal kelas 5 B Matematika perunggu, Sulastin Sya’bania kelas 6 A, Matematika Perunggu, Isaura Qolbu kelas 6 A Bahasa Inggris, Perunggu dan Al-Khalifa Bara Damai G kelas 6 B Matematika medali perunggu.

Selanjutnya dalam waktu dekat ini juga, siswanya akan mengikuti Kompetisi Sains Muslim Indonesia (Kosmi), yang insyaallah akan dilaksanakan di MTsN 1 Mataram. “Dalam kompetisi ini, kita sudah siapkan 13 siswa,” terangnya.

Banyaknya prestasi yang telah diraih oleh siswa, pihaknya sudah mencoba agar siswa MIN 1 Loteng bisa ikut di O2SN dan alhamdulilah tahun ini insyaallah akan diikutsertakan. “Di O2SN, kami akan tunjukkan, bahwa siswa kami siap bersaing dengan sekolah,” ungkapnya.

Masih kata Mahruf, di bidang olahraga Sepak bola, siswa MIN 1 Loteng sudah ada yang sampai nasional, dan tahun ini juga siswanya akan memperebutkan piala bergilir Walikota Mataram.

“Semoga apa yang kita lakukan saat ini, tercatat sebagai amal ibadah kelak, amiiin,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng H. Jaelani Ibrahim mengaku bangga dengan sederetan prestasi yang telah diukir oleh siswa MIN 1 Loteng. Prestasi tersebut, secara tidak langsung telah mengharumkan nama baik Kemenag dan Pemda Loteng. “Semoga semua madrasah, baik negeri dan swasta di tahun 2023 ini, semakin menunjukkan prestasinya,” harapnya.

Di Zaman milenial, Tekhnologi android harus dikuasi, bukan hanya siswa, guru pun harus menguasainya, sebab banyak ilmu yang didapatkan, mulai dari metode pembelajaran dan yang lainnya. Memanfaatkan tekhnologi, sebenarnya tergantung masing-masing, apabila dibawa ke hal positif, banyak ilmu yang akan didapatkan dan sebaliknya.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada seluruh guru untuk terus membimbing siswa, dalam memanfaatkan tekhnologi ini. “Saya lihat siswa-siswi, sudah Rata-rata bawa HP android, saya minta para dewan guru untuk terus membimbing siswa-siswi, ke arah hal yang positif,” pintanya.

Diakuinya, saat ini Loteng bisa dikatakan pusat kemajuan di bidang wisata, setelah adanya KEK Mandalika. Banyak dari mancanegara datang ke Loteng, dan tentunya mereka para wisatawan datang dengan membawa budayanya sendiri. Langkah yang dilakukan di MIN 1 Loteng ini sangat tepat, artinya siswa-siswi di berikan pemahaman tentang budaya lokal, agar tidak tergerus dengan budaya asing.

“Siswa-siswi ini adalah aset masa depan, aset ini tentunya harus kita rawat, kita jaga, tentunya memberikan pemahaman tentang budaya lokal sedini mungkin itu langkah terbaik guna menjaga kepunahan budaya kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di tahun 2023 MIN 1 Loteng harus siap mengimplementasikan kurikulum merdeka. Sebab MIN 1 Loteng merupakan salah satu madrasah populis dan di kenal oleh masyarakat ataupun pemerintah dan madrasah ini harus jadi contoh. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *