Poltekpar Lombok, Kepincut Dengan Pusaka Ponpes Assunnah NW Prateng

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Poltekpar Lombok salah satu kampus istimewa yang berlokasi di Praya Lombok Tengah (Loteng), tepatnya di sebelah selatan pusat Pemerintahan di Loteng.

Selasa (23/5), bersama rombongan di pimpin langsung Brig manager De Hotel Soeltan Poltekpar Gugung Gumilar di dampingi Ketua Kelompok Pengawas (Pokjawas) Kemenag Loteng H. Lalu Agung Pambudi. Tiba di Ponpes Assunnah NW Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah Loteng.

Setibanya di lokasi, rombongan Brig manager De Hotel Soeltan Poltekpar Lombok, terkesima dengan desain Ponpes yang unik dan asri. Sebab Ponpes ini telah menerapkan program Pusat Kajian Halal (Pusaka).

“Asli beberapa Ponpes yang sudah dikunjungi mulai dari Ponpes yang ada di Gorontalo, Makasar, Bali hingga Manado, hanya di tempat ini bikin saya terpana dan betah,” ujar Brig Manager De Hotel Soeltan Poltekpar Lombok, Gugung Gumilar

Yang bikin dirinya terpana dan betah lanjut pembisnis muda ini, pertama penataan lingkungan Ponpes yang tidak pernah ia temukan, termasuk di area Ponpes di temukan ada kolam, di tambah lagi dengan adanya monumen monumen klasik yang di pajang di setiap sudut halaman.

Penataan di sekeliling kolam dan yang lainnya. “Asli persis seperti penataan halaman hotel berbintang, di sini benar benar bikin kami betah,” cetusnya.

Selanjutnya kenapa merasa betah, sebab lokasi Ponpes sangat asri, berbagai tumbuhan yang hijau termasuk tumbuhan obat obatan dan sayur mayur, di tanam di area Ponpes, menambah dirinya ingin kembali menjadwalkan kunjungan lagi.

“Mohon maaf pak ketua pokjawas, bapak tuan guru, jika di ijinkan ingin saya kembali di waktu yang lain dan InsyaAllah saya akan ajak bapak direktur Poltekpar langsung ke sini,” pintanya.

Diakuinya, mengunjungi Ponpes ini berawal dari hasil curhat ke ketua Pokjawas, dimana pihaknya meminta ada kerjasama antara ponpes dengan pihak Poltekpar, terutama dalam hal pariwisata dan membuat menu makanan khas.

Dari hasil diskusi sebelumnya, ketua pokjawas akhirnya menunjuk Ponpes Assunnah NW Desa Jurang Jaler ini. Setibanya di lokasi, pihaknya tak habis pikir, kenapa ketua Pokjawas menunjuk Ponpes ini yang nilai menariknya tidak ada.

Namun pihaknya tidak mengutarakannya ke ketua Pokjawas, pihaknya hanya ikut saja, namun apa yang ia temukan ketika masuk ke dalam area.

Ternyata, yang ia temukan malah sesuatu yang tidak pernah ia sangka sangka dan itu tidak pernah ia temukan di sejumlah Ponpes yang pernah dikunjunginya. “Di luar memang tidak ada yang waw dan patut kita banggakan, namun setelah saya masuk di dalam area, subhanallah saya terfana dan betah, malah pinginnya selalu datang, sebab penataan dan keunikannya bikin saya kagum,” ujarnya.

Agum Gumilar menambahkan, saat berdiskusi dengan para santri, pihaknya mengutip pernyataan Imam Malik yang menyebutkan, silahkan tuntut ilmu itu di tempat terdekat dan sebarkan di tempat masing-masing. Artinya ketika ada lembaga pendidikan yang memiliki kesempurnaan dengan lembaga pendidikan diluar, kenapa tidak memanfaatkan lembaga di tempat.

Pertama mengefisienkan waktu, ekonomi dan yang lainnya dan di Ponpes Assunnah ini, ilmu yang dituntut diluar juga sudah ada. “Pada intinya jika sudah ada di tempat yang dekat dan pendidikan yang dibuka juga sama, ngapain kita cari yang jauh,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam kegiatan kunjungan ini pihaknya mengambil topik Program corporate social responsibility
De balen soultan hotel, artinya poktekpar memiliki tanggungjawab dalam menyebarkan apa saja yang jadi program poktekpar.

Sehingga tujuan mengunjungi Ponpes ini, untuk memperkenalkan program poktekpar, dengan tujuan mungkin ada di antara santri tertarik untuk melanjutkan pendidikan di poktekpar.

“Pemerintah pusat telah memerintahkan untuk melakukan kolaborasi dengan Ponpes, sebab di departemen kami ada program Pusat Kajian Halal (Pusaka), dan di Ponpes ini programnya ada,” jelasnya.

Sementara itu pimpinan Ponpes Assunnah NW Jurang Jaler TGH. Juaini S. Ag mengucapkan selamat datang semoga ini awal untuk bermitra, apa yang telah dilakukan di Ponpes semata-mata itu dilakukan guna mencari keridhoan Allah. Dan jika ini dinilai masuk dalam destinasi wisata, pihaknya do’akan semoga membawa berkah.

“Apa yang sudah kami perbuat, niatnya karena Allah, jika ini dinilai bagian dari pilar dan pembelajaran, alhamdulilah dan semoga kedepannya lebih berkah,” harapnya.

Diakuinya, bicara wisata di Loteng pada khususnya, memiliki potensi yang sangat baik, cuman selama ini apa yang telah dilakukan di Ponpes, tidak pernah berniat untuk di gurui. Namun jika baik menurut poktekpar yang notabenenya bergerak di bidang wisata, alhamdulilah. “Semua yang kami lakukan, kami ibaratkan air yang mengalir, jika dinilai baik dan ada yang mau berbagi, alhamdulilah semoga bermanfaat,” akunya.

Sementara itu ketua Pokjawas Kemenag Loteng Lalu Agung Pambudi mengaku, pihaknya selaku ketua pengawas akan meminta kepada seluruh madrasah se Loteng, untuk berlomba-lomba melahirkan kreasi dan seni, khususnya yang berhubungan dengan wisata.

Kenapa fokus dengan wisata lanjut Agung, sebab saat ini potensi wisata yang berbasis Ponpes mulai dilirik, terlebih nya lagi ada kampus yang siap membangun MoU dengan Ponpes, dalam mengembangkan wisata halal. “Wisata itu tidak identik dengan yang biasa kita lihat, wisata halal itu di kemas dengan islami, seperti yang dikembangkan Ponpes Assunnah NW ini,” katanya.

Selain ada kampus yang siap mendukung, Loteng juga saat ini menjadi idolanya para wisatawan. Dan ini menurutnya suatu kesempatan untuk mempromosikan wisata halal ala madrasah. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *