MATARAM (ntbupdate.com)- Ibu Wakil Kementerian Agama (Wamenag) Republik Indonesia (RI) sekaligus Wakil Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Ny Tanti Kriastiani Saeful Rahmat Dasuki, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke NTB.
Melakukan tugas kenegaraan ke NTB, salah satu tempat tujuannya adalah mengunjungi MIN 2 Kota Mataram.
Dalam kunjungan tersebut, didampingi Ketua DWP Kanwil Kemenag NTB Ny Megawati Lestari Zamroni Aziz, beserta anggota DWP se NTB.
Setibanya di MIN 2 Kota Mataram, rombongan disambut tarian selamat datang oleh siswa-siswi MIN setempat.
Wakil Ketua Penasehat DWP Kemenag RI Ny Tanti Kriastiani Saiful Rahmat Dasuki mengaku bangga dengan dan senang bisa mengunjungi pulau seribu masjid.
Kebahagiaan ini semakin sempurna, ketika pas datang mendapatkan sambutan yang hangat dan luar biasa, apalagi ada ilmu yang ia dapatkan dari para siswa siswi MIN 2 Kota Mataram ini.
Dengan pertunjukan tarian selamat datang dan berciri khas islami, membuat dirinya semakin bahagia.
“Sebelumnya, tadi saya sempat keliling melihat secara langsung kondisi bangunan MIN ini, sepertinya bangunan MIN ini harus segera di renovasi dan terimakasih pula saya sampaikan atas sambutan hangat dan hiburan yang di peragakan oleh anak anakku sekalian,” katanya. “InsyaAllah apa yang saya lihat di NTB, khususnya di MIN ini, akan jadi oleh oleh untuk kami perjuangkan, agar kondisi bangunannya bisa diperbaiki,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi NTB Ny Megawati Lestari Zamroni Aziz, mengaku bangga dan berterimakasih atas kunjungan ibu Wakil DWP pusat ke NTB. “Alhamdulilah, kami di NTB sangat bahagia ibu Wakil DWP pusat telah berkenan melakukan kunker pertama di NTB setelah di lantik bulan Juli lalu, kedatangan pertama melakukan kunjungan kenegaraan ke NTB, ini tentunya jadi penyemangat kami di daerah untuk terus bekerja,” ujarnya.
Kehadiran Ibu wakil DWP sepulangnya nanti, bisa memperjuangkan kondisi pendidikan di NTB, sehingga nantinya pendidikan di NTB semakin baik, khususnya lembaga pendidikan di bawah binaan Kemenag.
Sementara itu Kepala MIN 2 Kota Mataram H. Ramli Yunus mengatakan, saat ini luas lahan MIN 2 Kota Mataram, seluas 700 m2 dan tempat terpisah juga ada 900 m2.
Sedangkan untuk perpustakaan, sampai saat ini belum ada, sebab ruangan yang ada di pakai jadi ruang kelas. “Kita butuh ruang perpustakaan, ruangan yang ada kita pakai semua jadi ruang kelas,” jelasnya.
Yang lebih memprihatinkan lanjutnya, semakin membeludaknya siswa, ruangan yang ada tidak mampu menampung siswa. Sehingga mau tidak mau ruang guru juga di sulap jadi ruang kelas, termasuk ruang lesehan juga di pakai jadi ruang belajar.
Kendati demikian, pihaknya bersama civitas MIN 2 Kota Mataram, tidak menyurutkan semangat belajar siswa – siswi bahkan setiap tahun selalu kewalahan didalam menerima siswa baru selain itu prestasi yang diraih oleh MIN 2 Mataram sangat luar biasa.
“Kami tidak mau terhalang dengan kondisi seperti ini, dan Alhamdulillah semangat kekeluargaan dan perjuangan para guru, tidak sedikit prestasi yang sudah diraih siswa MIN 2 Kota Mataram,” ungkapnya. (nu-01)
