LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Setelah sempat saling serang, akhirnya Desa Ketare dan Segala Anyar Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), sepakat berdamai tapi bersyarat.
Isi persyaratan perdamaian tersebut Pertama, menghentikan segala bentuk tindakan dan/atau perbuatan pengerahan dan/atau pergerakan massa;
Dia, para pihak secara bersama-sama dengan Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga masyarakat dalam melaksanakan aktivitas, kegiatan baik itu pertanian di ladang/persawahan, serta
Tiga, kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan masing-masing menyerahkan urusan proses penegakan hukum atas segala akibat yang timbul dari pertikaian yang terjadi kepada aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Empat, memastikan bahwa jika ada kejadian yang sama di kemudian hari agar tidak dilakukan main hakim sendiri yang dapat menimbulkan pergerakan provokatif dan segala tindakan tersebut harus diserahkan ke Pihak berwajib;
Hadir dalam mediasi tersebut, Bupati, Kapolres, Kajari Loteng, kades dan Kadus masing-masing desa, kepala Bakesbangpol, dan lain sebagainya.
Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, perdamaian itu indah dan alhamdulilah dia Desa yang sempat bertikai sekarang sudah berdamai dan ini tentunya sebagai anugerah bahwa betapa pentingnya kebersamaan.
Selanjutnya, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada warga Ketara dan Segala Anyar karena keluhuran budi untuk menyatukan diri betapa pentingnya kebersamaan dan kondusifitas keamanan. Apalagi sebentar lagi akan diselenggarakan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).
“Hari ini kedua Desa yang berkonflik atara Desa Segala Anyar dan Desa Ketara sudah sepakat berdamai yang sudah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh Kepala Desa Segala Anyar dan Desa Ketara,” kata Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, SIK. “Intinya sudah berdamai. Tapi kami akan bertahan. Ada 350 personel di lokasi untuk pengamanan. Saya harapkan kesepakatan ini sampai ke level masyarakat di dua desa,” sambungnya.
Iwan menegaskan untuk hal yang terindikasi dengan tindak pidana baik dari pihak Desa ketara maupun Desa Segala Anyar polisi akan melakukan penyelidikan.
“Benang kusutnya akan kami urai, yang penting konfliknya dulu kami redam, setelah itu baru mengarah kesana. Karena kemarin anak sekolah ketakutan, itu yang kami normalkan kembali. Tidak ada lagi perkumpulan masyarakat. Dan jalan sudah kami buka,” jelas Iwan.
Ia berharap, kepada kedua pemuka tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa di dua desa tersebut untuk mengedepankan perdamaian. Masyarakat juga meminta TNI-Polri tetap berjaga sampai situasi kondusif.
“Kami tegaskan, TNI-Polri akan selalu bersama masyarakat dan tetap akan menepatkan personel di TKP sampai situasi benar-benar kondusif agar kehidupan masyarakat kedua desa dapat berjalan dengan normal kembali seperti sediakala,” tutup Iwan
Penandatanganan kesepakatan damai itu disaksikan langsung Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri SIP, Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat SIK, Dandim 1620/ Loteng, Sekda Loteng, Danki 2 Yon A Brimobda NTB, Camat Pujut, Danramil Pujut, Kapolsek Pujut, Kepala Desa bersama Sekdes, BPD dan BKD Segala Anyar dan Ketare serta Toda, Toga dan Toma Kedua Desa yang berkonflik. (nu-01).
