BPD Pengenjek, Pertanyakan Sebaran Program Bibit Cabe Tidak Merata

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Program penyaluran bibit cabe yang di anggarkan Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng), yang dieksekusi Karang Taruna (KT) Desa setempat, diduga tidak tepat sasaran.

Pasalnya, di lapangan sebaran penyaluran bibit cabe tersebut tidak merata, sesuai yang di hajatkan.

Seperti yang dituturkan salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Loteng yang enggan di sebutkan namanya menuturkan, program pembibitan cabe itu di anggarkan Pemdes Pengenjek sebesar Rp 15 juta.

Di mana sesuai kesepakatan saat rapat, di setujui masing-masing Kelompok Tani (Koptan), yang langsung mengeksekusi program tersebut. Setelah dana keluar, malah tidak sesuai dengan hasil mufakat, artinya yang mengeksekusi bukan Koptan malah Karang Taruna (KT). “Kan program ini lahir bertujuan penghijauan dengan bibit cabe di masing-masing rumah Koptan, sehingga sesuai kesepakatan rapat, program itu di eksekusi masing-masing Koptan, namun setelah pencairan dana kok di ambil alih oleh KT, dari sana saya tidak mau tau atas program tersebut,” Tuturnya. Rabu (27/12).

Ternyata lanjutnya, implementasi di lapangan tidak tepat sasaran, artinya sebaran bibit tersebut, tidak merata masih banyak anggota Koptan yang tidak kebagian. Padahal sesuai hasil rapat, dengan jumlah anggaran yang sudah di setujui, itu mampu terbagi di semua anggota Koptan, namun pada kenyataannya malah banyak yang tidak dapet.

“Program ini memang sudah lama, tapi perlu di pertanggung jawabkan, biar hal hal sepele seperti ini jangan jadi pembiasan,” pintanya.

Kenapa harus demikian, sebab tujuan program tersebut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para anggota Koptan, kendati program tersebut tidak besar.

“Manfaatnya yang kita kedepankan, bukan besaran anggaran tapi kami sangat sayangkan, sebaran bibit tersebut tidak sesuai dengan hasil kesepakatan rapat,” Kesalnya

Sementara itu ketua KT Desa Pengenjek Zamharir alias Petir saat di konfirmasi via teks WhatsApp terkait persoalan tersebut ia menuliskan, Itu program ketahanan pangan yaitu penyaluran bibit cabe kepada masyarakat.

Belum sempurna jawabannya, Media ini kembali menuliskan pertanyaan. Kata BPD sesuai kesepakatan akan di eksekusi oleh masing-masing Koptan, tapi implementasinya ternyata di tangani oleh KT Pengenjek ?.

Kata masyarakat yang masuk Koptan, katanya mereka belum mendapatkan bibit pengadaan itu, apakah sebarannya belum selesai atau sudah tuntas ? Namun sayang, Ketua KT Pengenjek hanya menjawab dengan tulisan Ndk perlu.

Tidak sampai di sana, media ini kembali melemparkan pertanyaan sesuai pengakuannya yang menuliskan, Itu program ketahanan pangan yaitu penyaluran bibit cabe ke pada masyarakat. Lalu kemana anggaran Rp 15 juta untuk pengadaan pembibitan cabe tersebut ? Sampai berita ini di muat, malah tidak di balas, kendati sudah di baca.

Sementara itu Kepala Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Loteng Khaeruddin mengatakan, itu program desa, dalam konteks ketahanan pangan.Di tanya kenapa ketua KT bilang itu program Ketahanan pangan ?. sampai berita ini di muat, belum juga di jawab. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *