Menag Lantik 2.300 Relasi di NTB

MATARAM (ntbupdate.com)- Menteri Agama (Menag) RI H. Yoqut Cholil Qoumas melantik 2.300 Relawan Moderasi Agama (Relasi) Kementerian Agama Provinsi NTB.

Pelantikan tersebut di pusatkan di Lapangan Taman Sangkareang Kota Mataram kemarin.

Hadir Kepala Kanwil Kemenag NTB, Wali Kota Mataram, Sekda NTB, Polda NTB, Ketua DPRD NTB, Rektor UIN Mataram, Rektor UNU, Ketua KPU dan BAWASLU NTB, Pj Wali Kota Bima, Anggota DPR RI Dapil NTB Dr.Ir.H. Nanang Samodra, M.Sc, Kejati NTB, Kemenkumham NTB, Danlanal, Danlanud Zam, Kesbangpoldagri, Dikbud NTB, Pimpinan DPD Partai, Tokoh Agama Lintas Agama, Tokoh Masyarakat, Pejabat Lingkup Kemenag NTB dan 2.300 Relasi Se NTB.

Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz dalam sambutannya mengungkapkan, semua anggota Relasi yang jumlahnya sebanyak 2.300, itu semua berasal dari Desa dan Kelurahan se NTB.

“Sesuai aturan dan permintaan Gus Menteri, anggota Relasi harus merata di seluruh Kabupaten Kota se NTB, dari 2. 300 anggota tersebar sampai di pelosok yaitu di 1.150 Desa dan kelurahan,” Ungkapnya.

Dikatakan, lahirnya relasi nantinya akan bermitra dengan Pemerintah Daerah, TNI/Polri, khususnya di tempat tugas masing-masing, baik di desa dan kelurahan, terutama dalam menjaga keharmonisan, keamanan dan menciptakan suasana keakraban ditengah- tengah masyarakat, sehingga masyarakat bisa melaksanakan ibadah dengan baik.

“Mari kita bekerja seayun selangkah dalam menciptakan kedamaian antar umat beragama di NTB. Siapa Kita, Relasi Kemenag NTB, Pancasila, Jaya. Nusantara, Milik Kita. NKRI, Harga Mati. Indonesia Hebat Bersama Ummat “ Tegas ketua GP Ansor NTB sembari membangkitkan semangat

Sementara itu Menteri Agama RI H. Yoqut Cholil Qoumas dalam sambutannya menyampaikan, menjadi Relawan Moderasi itu tidak mudah, sebab butuh Istiqomah, semangat dan kerja keras.

“Menjadi Relawan Moderasi itu tidak mudah. Ini ada dua kata Relawan Moderasi. Relawan itu kadang – kadang Rela kadang-kadang melawan. Kalau kebagian tempat yang adem Rela, Moderasi itu juga tidak mudah, moderasi itu harus selalu berada dalam posisi di tengah. Harus selalu di tengah. Itu Moderasi ndak ada gaji tapi harus berada di tengah- tengah mengikuti arahan pimpinan. Makanya butuh keikhlasan, Istiqomah dan semangat juang yang tinggi, sehingga saya menilai bahwa relawan moderasi Tidak mudah,“ Ungkap Gus Men

Atas hal itu, pihaknya meminta kepada seluruh anggota yang dilantik, untuk bisa jadi garda dan contoh terdepan dalam menciptakan berkehidupan yang harmonis.

Dikatakan, saat ini kita berada di kondisi yang tidak mudah, karena menurut saat ini sedang menghadapi suatu situasi dimana ada satu kelompok orang yang mengklaim suatu otoritas keagamaan, pemegang otoritas kebenaran dan mereka mengklaim yang berhak menyampaikan kebenaran.

Selanjutnya budaya-budaya lokal, juga sudah mulai luntur, oleh karenanya pihaknya sangat berharap kepada seluruh Relawan Moderasi Beragama, untuk mampu berada di tengah-tengah.

Gusmen menambahkan, saat ini sudah memasuki tahun politik, silahkan peserta moderasi beragama, ikut membantu pemerintah dalam mensukseskan tahun politik. (nu-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *