LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Sebanyak 3800 guru yang tercatat sebagai guru Inpassing non PNS atau ASN di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), diberikan pembinaan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag NTB, Rabu (25/1).
Pembinaan tersebut di pusatkan di Masjid Nurul Bilad Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.
Hadir Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag NTB, didampingi Ketua Sub koordinator Bidang Guru, Kepala Kankemenag Loteng beserta jajarannya, Ketua KPU dan Bawaslu Loteng, Direktur ITDC KEK Mandalika.
Dalam arahannya Kepala Kanwil NTB H. Zamroni Aziz mengatakan, jika dulu masyarakat selalu menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan alternatif dalam menyekolahkan anak anak mereka, namun kini sebaliknya, madrasah selalu jadi tumpuan dan harapan, sebagai tempat menyekolahkan anak anak mereka.
“Madrasah sudah tidak lagi menjadi alternatif tetapi sudah menjadi pilihan utama masyarakat, dalam menyekolahkan anak anak mereka,“ cetusnya.
Hal itu, tentunya di topang atas hasil karya dari para guru, yang telah sukses melahirkan generasi penerus bangsa yang berprestasi. Di balik kesuksesan tersebut, tentunya ada banyak guru guru madrasah yang sudah masuk dalam guru bersertifikat Inpassing dan guru Infansing adalah guru guru professional.
“Saya yakin kesuksesan ini adalah buah tangan para guru Inpassing, salah satu program Kementerian Agama yang di mulai tahun 2012 dan sudah menuai hasil, terimakasih para guru,” ungkapnya.
Selanjutnya, di tengah musim politik saat ini, pihaknya berharap agar guru madrasah tidak menerima informasi – informasi yang tidak jelas dan guru harus professional dan harus disiplin. Sebab dengan kedisiplinan tersebut, itu merupakan bagian dari cara mendidik secara tidak langsung, sebab pihaknya yakin ketika para siswa melihat gurunya disiplin, dengan sendirinya mereka akan malu dan ikut disiplin.
“Kami berharap kepada Bapak Ibu sekalian para guru inpassing, saya minta pertama harus meningkatkan profesionalismenya dan harus lebih bagus lagi dan juga disiplin. Saya yakin jika tiga hal ini diterapkan, siswa kita dengan sendirinya akan malu dan akan menuruti jejak gurunya,” Ujarnya. “Guru profesional, guru yang disiplin pastinya dirindukan oleh siswanya, kendati mereka sudah tamat namun pastinya mereka akan selalu dikenang,” sambung Mantan Kepala Kemenag Loteng ini.
Dikatakan, dilihat dari raut mukanya yang begitu ceria dan bahagia, sepertinya para guru inpassing sudah menerima gaji di tahun 2023 selama 3 bulan.
Gaji gaji tersebut pihaknya berharap, bisa memenuhi kebutuhan para guru dan Alhamdulillah dari sekian guru yang sudah ia tanya, gaji tersebut dipergunakan untuk biaya anak anaknya kuliah.
“Saya sangat bersyukur dan bahagia mendengar, kalau gaji Inpassing tersebut digunakan untuk membiayai anak anaknya sekolah, semoga program kementerian agama ini berkah, amiiiin,” harapnya.
Selanjutnya terkait pemilu, Ketua GP Ansor NTB ini mengaku bangga, ternyata tidak sedikit para guru Inpassing telah lulus sebagai penyelenggara pemilu. Ini artinya para guru bukan saja ahli mendidik, namun juga memiliki keahlian lain dan lulus sebagai penyelenggara.
“Partisipasi warga madrasah luar biasa dalam menyukseskan Pemilu. Seperti yang disampaikan KPU, Warga Madrasah tidak boleh Golput, Perbedaan TNI Polri mereka wajib netral dan tidak punya hak pilih akan tetapi ASN Kementerian Agama harus netral dan punya hak pilih, saya tegaskan kembali madrasah dan ponpes tidak boleh golput dan jam ngajar dan jam tugas sebagai penyelenggara harus diseimbangkan,” Tegas mantan Penyuluh agama ini.
Sementara itu Kepala Kankemenag Loteng Drs. H. Nasrullah mengungkapkan, adapun jumlah peserta atau guru Inpassing di bawah kemenag Loteng sebanyak 3.800 orang dan Alhamdulillah semuanya hadir, dalam acara pembinaan ini.
“ Saya yakin para Guru-guru Inpassing menanamkan samikna wataokna, dan pastinya semua datang dalam acara pembinaan ini, buktinya Masjid Nurul Bilad, sampai sampai tak mampu menampung, sehingga para guru terpaksa mengambil tempat di luar area Masjid,” katanya. (nu-01).
