Shafwatul Wida Asal Loteng, Jadi JCH Termuda di NTB

MATARAM (ntbupdate.com)- Shafwatul Wida Usia 18 Tahun, alamat Tengari Kelurahan Praya Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), jadi Jamaah Calon Haji (JCH) termuda di NTB.

Shafwatul Wida, merupakan JCH asal Loteng yang masuk di kloter 5 NTB, menggantikan nama bapaknya, yang meninggal dunia dua tahun silam.

Kepada ntbupdate.com JCH asal Loteng ini, menceritakan, seyogyanya Pemberangkatan ini adalah nama bapaknya yang akan berangkat bersama ibunya, namun karena bapak di panggil duluan sang Khaliq dua tahun lalu, sehingga pihaknya selaku anak menggantikan almarhum dan berangkat bersama ibunya.

“Posisi saya sebagian JCH adalah pengganti dari bapaknya yang telah meninggal dunia,” katanya kemarin.

Menjadi pengganti lanjut dara cantik yang sebentar lagi di panggil Hajjah ini, pikirannya campur aduk, di sisi lain sangat bahagia bisa menapakkan kaki dan melihat secara langsung lokasi seluruh sejarah penyebaran Islam di tanah suci Makkah. Di sisi lain, pihaknya sangat sedih sebab almarhum bapaknya, tidak bisa melaksanakan ibadah haji bersama dengan ibunya.

“Di Makkah nanti, di setiap langkahku akan terus berdo’a buat almarhum bapaknya, semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah,” harapnya.

Diakuinya, melaksanakan rukun Islam ke Lima, adalah kebanggaan bagi dirinya, apalagi setiap selesai solat, pihaknya terus berdo’a dengan harapan, bisa melaksanakan ibadah haji. Dan Alhamdulillah do’anya terkabulkan, kendati melalui jalan lain.

“Melaksanakan ibadah rukun Islam ke 5, adalah dambaan semua orang Islam, termasuk saya dan Alhamdulillah hari ini terjawab bisa berangkat bersama 386 JCH, kendati posisi sebagai pengganti almarhum bapaknya,” ungkapnya.

Selama di Makkah tambah Wida, ia mendampingi ibunya, sebab saat daftar dulu, ibu dan almarhum bapaknya bersamaan, namun Allah memanggil bapak duluan.

Karena posisi sebagai pengganti pihaknya terus membaca panduan ibadah haji dan mengikuti sejumlah majlis taklim, termasuk sering bertanya kepada sejumlah para tuan guru.

“Saya harus memahami semua rukun wajib haji, biar saya bisa mendapatkan haji mabrur,” harap Wida.

Sementara itu, catatan ntbupdate.com, sebelumnya satu JCH atas nama Taopik Hidayat masuk dalam JCH termuda dari kalangan kaum Adam, asal Lombok Barat, dan sekarang Shafwatul Wida JCH umur 18 tahun, masuk dalam daftar JCH termuda dari kaum hawa.

Selanjutnya Kloter 5 JCH asal Loteng yang berjumlah 386 Jamaah dan 7 petugas tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok Kamis, 16 Mei 2024 Pukul 17.00 Wita.

Setibanya di dalam komplek Asrama Haji, seluruh JCH Kloter 5 ini tidak langsung masuk ke aula BIR ALI II akan tetapi mereka langsung ke Masjid untuk menunaikan sholat Ashar.
Seluruh JCH tiba di dalam asrama dalam keadaan sehat dan menggunakan 10 buah bus.

Selain itu, 2 ambulan PMI Loteng ikut mengawal para tamu Allah mulai dari masjid Agung Praya menuju Asrama Haji Embarkasi Lombok. Selain melibatkan 2 mobil ambulan, PMI Loteng juga menerjunkan 20 personil anggotanya.
Anggota PMI ini terlibat langsung membantu JCH mulai dari membantu para JCH Lanjut Usia dan juga JCH yang menggunakan Kursi Roda.
“ Kami menerjunkan 2 buah mobil ambulan dan 20 anggota PMI yang membantu para – para tamu Allah ini sejak dari pelepasan di Masjid Agung Praya sampai Asrama Haji Embarkasi Lombok “ Ungkap Sapardi

Sedangkan, Data jamaah Lansia sebanyak 92( 23,8%) orang yang terdiri dari jamaah pria sebanyak 47 orang dan jamah wanita sebanyak 45 orang. Jamaah dengan Resiko tinggi Risti sebanyak 278 jamaah ( 72% ) yang terdiri dari jamaah pria sebanyak 143 orang dan jamaah wanita sebanyak 135 orang dan jamah yang mengunakan kursi roda sebanyak 5 orang. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *