LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Alus Darmiah G, dengan tegas, menantang para Kepala Desa (Kades), yang ikut melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker), untuk menyampaikan hasilnya.
“Kami tidak pernah iri atas perjalanan kunker ini, malah saya sangat syukur, cuman kami ingin kunker ini ada hasilnya, biar bisa diimplementasikan di wilayah masing-masing, apalagi perjalanan kedinasan ini, menggunakan anggaran ADD. Makanya saya minta untuk disampaikan biar kami tau hasilnya,” tegasnya, Senin (20/05).
Apalagi lanjutnya, dalam perjalanan dinas tersebut menghabiskan waktu cukup lama, yakni 4 hari dari 14-17 Mei 2024.
“Kunker ini kami tau setiap tahun dilakukan, tapi apa selama ini implementasinya nihil, makanya itu maksud saya untuk disampaikan, biar kunker ini tidak jadi anggapan masyarakat ajang pelesir atau jalan – jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, informasi yang berhasil ia kumpulkan, dalam perjalanan ini masing-masing kades mengeluarkan Rp 6 sampai 7 juta. Andainya dari 127 Desa, uang tersebut dikumpulkan, itu bisa membangun jalan Hotmix 5 sampai 6 kilometer per tahun.
Bukan hanya itu, dalam perjalanan kedinasan ini, pihaknya juga menduga dijadikan ajang bisnis, contohnya diduga Travel yang memberangkatkan Kades kunker ke Jakarta, orang dekat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).
“Sah sah saja, jika kita menduga apalagi travel yang di pakai, ada hubungan keluarga dengan kepala DPMD,” katanya.
Dikutip dari Suaralomboknews, kepala DPMD Loteng, Lalu Rinjani terkait dengan kunker 45 Kades, maksud dan tujuan kunker, terkait dengan permintaan Forum BPD yang meminta Kades menyampaikan hasil Studi Banding kepada masyarakat, dan terkait dugaan kegiatan Studi Banding Kades menjadi ajang Bisnis dan terkait dengan dugaan Travel yang memberangkatkan Studi Banding Kades dari keluarga dekat Kepala DPMD Loteng, menjawab DPMD Loteng hanya memfasilitasi kegiatan kunker Kades dan keikutsertaan Kades, BPD serta sejumlah perangkat desa (Parades), termasuk Travel yang digunakan menjadi wewenang dan urusan masing-masing Desa.
”DPMD memfasilitasi kegiatan Kades yang melakukan kunjungan kerja ke Kemendagri terkait UU No 3 Tahun 2024 tentang perubahan UU Desa, kemudian kunjungan ke Kementerian Desa terkait prioritas penggunaan Dana Desa dan pembinaan Bumdes, serta study tiru keberhasilan desa wisata ke desa wisata baduy Provinsi Banten. Terkait keikutsertaan Kades, BPD dan beberapa perangkat desa itu sepenuhnya tergantung dari masing-masing desa. Begitu juga dengan travel yang digunakan untuk memudahkan perjalanan tersebut adalah urusan dari masing-masing desa. DPMD hanya memfasilitasi terkait dengan tujuan dan materi kunjungan di dua kementerian tersebut,”jawab Lalu Rinjani.
Sementara itu ketua Forum Kepala Desa (FKD) Loteng, Suasto Hadiputro Armin melalui WhatsApp yang di kirim di grup Lauk Kawat Bersatu menuliskan, Perlu tiang matur kegiatan study banding Pemerintah Desa adalah kegiatan rutin yg kita adakan setiap tahun anggaran.
Dan pesertanya bukan hanya kades saja, tetapi juga dari perangkat desa dan lembaga termasuk BPD, dan kegiatan ini tidak melanggar regulasi yg ada terkait dengan penggunaan ADD/DD, bahkan regulasi mengharuskan utk study banding, jika keuangan desa mencukupi dan dalam SISKUDES telah disiapkan AKUN ttg study banding atau sebutan lain kunjungan kerja dsbnya..Dan itupun SPPD ditandatangani oleh pejabat yg berwenang…
Dan tujuan study banding Pemdes tidak ada bedanya dengan kunjungan kerja pejabat daerah, anggota DPRD dan sebagainya, karena semua menggunakan uang negara yg bisa dipertanggungjawabkan..
Tujuan study banding lainnya adalah utk membandingkan situasi desa di wilayah yang memiliki kesamaan baik secara alam maupun SDM…dan hal- hal inovatif di desa desa yang memiliki kwalifikasi lebih dibanding desa desa lainnya..
Terkait laporan dan hasil kegiatan study banding banyak telah di implementasikan di desa desa di Loteng, diantaranya Desa semparu yg sukses sampai tingkat nasional dan banyak lagi desa yang sukses, setelah melaksanakan study banding…
Dan tiang mohon kepada saudaraku ketua Forum BPD Pujut silahkan ikut study banding karena tahap pertama kemaren kec. pujut melaksanakan kunjungan kerja di Kemendagri…
Terimakasih. (nu-01).
