Ketua FKD Loteng, Bantah Kegiatan Kunker Kades Bukan Pesiar

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)-  Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Lombok Tengah (Loteng), sekaligus Kepala Desa Ungga Kecamatan  Praya Barat Daya Loteng, Suasto Hadiputro Armin membantah pernyataan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Kecamatan Pujut Loteng.

“Sangat salah, jika perjalanan kami bersama para kepala desa dan sejumlah perangkat desa dan BPD dalam perjalanan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Jakarta dinilai bagian dari pesiar, kami di sana belajar bagaimana konsep kemajuan dan selanjutnya kita akan terapkan di Desa masing-masing,” terangnya.

Berkaca pada sejumlah kesuksesan beberapa Desa yang go nasional, itu tidak lepas dari hasil belajar ke luar daerah, yang sebelumnya di kemas dalam kunker.

Sebut saja seperti Desa Semparu Kecamatan Kopang Loteng, di mana Desa ini sukses mengharumkan nama baik Loteng hingga Provinsi NTB, di tingkat nasional dan masih banyak lagi desa yang sukses, setelah melaksanakan kunker atau study banding.

“Jadi mari kita berfikir atas keberhasilan beberapa Desa kita yang sukses manggung di nasional, itu semua tidak lepas dari hasil belajar ke luar daerah, jadi perjalanan kami kemarin, murni untuk belajar insyaallah suatu saat kami akan buktikan akan ada Desa yang go Nasional,” yakinnya.

Kades Ungga ini menambahkan, selain tujuannya belajar, program kunker ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah Desak setiap tahun anggaran.

Dan program ini tidak melanggar penggunaan ADD/DD, bahkan regulasi mengharuskan untuk study banding, jika keuangan desa mencukupi dan dalam SISKUDES telah disiapkan AKUN tentang study banding atau kunjungan kerja. Itupun SPPD ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.

“Dalam program ini tidak ada yang dipaksakan, bagi Desa yang keuangannya mencukupi dalam SISKUDES yang telah disiapkan dalam AKUN, kita persilahkan ikut dalam rombongan dan masing-masing Desa kita sudah minta untuk fokus belajar dan selanjutnya di implementasikan di Desa masing-masing,” terangnya.

Kenapa harus ditekan, sebab tujuannya adalah untuk membandingkan situasi desa di wilayah yang memiliki kesamaan baik secara alam maupun Sumber Daya Manusia (SDM) dan hal- hal inovatif di desa desa yang memiliki kwalifikasi lebih dibanding desa desa lainnya,” paparnya.

Semoga dalam perjalanan kunker kemarin, masing-masing desa mampu mengimplementasikan di Desa wilayah kerja dan masing-masing kepala desa, pihaknya berharap bisa saling berkoordinasi atau mengisi sesuai dengan kwalifikasi wilayahnya, agar setiap tahun Desa di Loteng ada yang go Nasional. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *