MATARAM (ntbupdate.com)- Menambah kecerdasan dan pengetahuan, tidak harus mengandalkan pendidikan di bangku belajar semata.
Namun butuh nutrisi tambahan dan pengalaman di luar bangku pendidikan, apalagi di era tekhnologi saat ini, penguasaan ilmu harus dikuasi dari berbagai sisi.
Atas hal itu, Keluarga Besar Mahasiswa Praya Timur (KBM PRATIM) melaksanakan kegiatan dialog publik, dengan mengangkat tema “Menguasai publik speaking di era gen-Z untuk generasi yang lebih bersinergi”.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesadaran mahasiswa, pentingnya menguasai dan memahami besik publik speaking di era sekarang, sebagai tuntutan dan kebutuhan menghadapi era saat ini.
Kegiatan tersebut berlangsung di sebuah kedai bawah pohon yang berada di wilayah Mataram kemarin.
Pembina KBM Pratim, Rizqi Adiarta mengatakan, sebagai mahasiswa jangan sekali kali hanya mengharapkan ilmu di bangku pendidikan saja, namun menuntut ilmu di luar bangku pendidikan juga penting.
Sebab ilmu pengalaman di luar bangku pendidikan, tentunya nanti manfaatnya akan dirasakan, ketika sudah berada di tengah masyarakat, apalagi di zaman modern saat ini.
“Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk menguasai semua bidang ilmu, sebab ketika sudah ada di masyarakat, banyak yang tidak pernah kita pelajari di bangku pendidikan, kita temukan, makanya pengalaman itu penting jadi ilmu, apalagi gen-z, yang rata rata cerdas semua,” katanya.
Atas hal itu, kegiatan seperti ini, diharapkan menjadi sebuah langkah awal untuk seluruh mahasiswa, terkhusus mahasiswa Praya Timur.
“Mari kita buka pola pikir kita, penguasaan besik publik speaking adalah suatu kebutuhan kita semua dalam menghadapi tuntutan zaman. Apalagi! pada era 5 0 saat ini, media digitalisasi juga menjadi sarana wajib yang harus kita kuasai sebagai alat bantu sosial dan kinerja kita dalam hidup sehari-hari,” Paparnya panjang.
Sebagai mahasiswa lanjutnya, wajib menunjukkan identitasnya sebagai pendidik atau pengayom ditengah masyarakat.
Selanjutnya, Sasak adalah masyarakat yang kebudayaannya sangat kental, dari itu adik adik mahasiswa, yang tergabung dalam KBMPRATIM, harus berbudaya menjadi identitas yang melekat di masing-masing anggota.
“Mengkaji dan mengajarkan, jika kita kaitkan dengan publik speaking adalah istilah tit: tate tertib tabsile base krame yang menjadi modal dasar Mahasiswa dalam berbicara, bertindak dan bersosial Saya selalu tekankan sebuah kata-kata yang membangun semangat sebagai semboyan kita di KBMPRATIM yaitu kita adalah Putra Putri Praya Timur mengaung di timur terdengar sampat barat”. Ujarnya.
Terakhir, pihaknya berpesan, implementasi dari kegiatan jadi langkah baru untuk mulai menekankan dalam diri masing-masing, bahwa nanti semua apa yang dilakukan saat ini, akan bermanfaat untuk masa depan.
Sementara itu, Ketua 1 Bidang Internal KBMPRATIM Nanda Prayuda mengatakan, kegiatan ini pesertanya semua putra putri terbaik Praya Timur, yang berasal dari semua kampus yang ada di Mataram.
Demi mencapai apa yang diharapkan, pihaknya juga telah mengundang sejumlah paguyuban yang berasal dari mahasiswa juga. Alhamdulillah dengan partisipasi menghadiri acara ini, itu artinya diskusi publik ini sangat penting.
Sementara itu, M. Afif Amanullah Mantan Sekretaris Jenderal BEM Unram selaku narasumber mengatakan, publik speaker yang baik adalah, tidak hanya memahami teori, namun perlu disertai juga dengan praktik yang tidak dilakukan sekali atau dua kali guna mendapatkan hasil yang dinginkan.
“Kebutuhan era sekarang menjadi besik wajib bagi mahasiswa, harus mampu dan telaten dalam menguasai pengetahuan, sebab dunia saat ini tidak sama kita temukan di luar,” katanya.
Dari itu, pihaknya berharap seluruh kegiatan ini diikuti sampai tuntas, agar nantinya bermanfaat untuk orang banyak.
“Khas dari ilmu publik speaking keluarga besar mahasiswa Praya Timur adalah titi tate tertib tabsile base krame yang menjadi identitas kami di KBMPRATIM, dan itu akan menjadi ciri Khas dimanapun anggota keluarga besar mahasiswa Praya Timur duduk dan berbicara,” sambung Lalu Bintang Muhammad, wakil DPO KBMPRATIM.
Adapun dalam kegiatan ini bukan sekedar forum diskusi, melainkan menjadi sarana menyambung silaturrahmi dengan paguyuban organisasi dan mahasiswa antar kampus dengan KBMPRATIM, sebab anggota keluarga besar mahasiswa Praya Timur int ada di semua kampus, terkhusus yang ada di Mataram. (Apeng)
