Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Tahun 2024, Puskesmas Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah, masuk daftar direnovasi, namun sayangnya gagal.
Gagalnya renovasi pembangunan Puskesmas Pengadang tersebut, di sebabkan hasil kajian tim, Puskesmas Pengadang harus lantai 3, karena badan jalan dengan gedung Puskesmas tersebut, lebih tinggi kurang lebih 2 meter, tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang sudah ditetapkan.
“Saat saya masih jadi Kepala di Puskesmas Pengadang, dan sudah dianggarkan Rp 4 Miliar untuk direnovasi jadi dua lantai, namun setelah petugas turun dan mengukur, ternyata posisi gedung Puskesmas sangat rendah, kalau ndak salah sekitar 2 meter dari ketinggian badan jalan, sehingga dialihkan dan harus lantai 3,” Terang Politisi Partai Gelora, Daerah Pemilihan (Dapil) I Praya Praya Tengah Loteng, Hermandi, Ahad (1/12).
Rendahnya posisi Puskesmas tersebut lanjut Politisi Partai Gelora ini, sehingga hasil kajian tim saat itu, tidak bisa dibangun lantai Dua, namun harus lantai Tiga dan tentunya membutuhkan anggaran lebih dari Rp 4 Miliar, sesuai anggaran yang di anggarkan sebelumnya, dan pihaknya siap memperjuangkan di tahun anggaran tahun 2025.
“Anggaran sebelumnya saat masih jadi Kepala di Puskesmas ini, dianggarkan Rp 4 Miliar dengan kapastitas bangunan Dua lantai, namun hasil kajian tim saat itu, Puskesmas ini tak layak lantai dua, karena posisi sangat rendah dan harus lantai Tiga dengan kapasitas anggaran Rp 7 miliar, dan waktu itu anggarannya dialihkan ke Puskesmas lain,” bebernya.
Atas hal itu, pihaknya akan mengusahakan agar di tahun 2025 mendatang, pembangunan Puskesmas Pengadang harus terealisasi sesuai dengan kajian tim.
“Lewat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Loteng sudah kota sampaikan, demikian juga ke Pemda Loteng, insyaallah 2025 Puskesmas Pengadang dibangun dengan kapasitas Tiga Lantai,” janjinya.
Diakuinya, selama bertugas di sana, di setiap musim penghujan, lantai dasarnya selalu tergenang, sebab air kiriman dari jalan raya tumpah ke halaman Puskesmas Pengadang dan masuk ke setiap ruangan, karena posisinya sangat rendah.
“Kadang petugas harus multi tugas, di samping merawat pasien, juga menguras air yang masuk ke ruangan perawatan,” curhat mantan Kepala Puskesmas Pengadang ini. (nu-01).
