Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sampai saat ini, sudah Enam Kali Plafon Puskesmas Batujangkih Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng) ambruk. Hal tersebut membuat Kepala Puskesmas Batujangkih, menggunakan helm pengaman ketika masuk kerja.
“Di Bulan Desember saja 5 Kali plafon Puskesmas Batujangkih jatuh, trus kemarin jum’at jatuh lagi. Saya semakin takut ketika masuk kerja, untuk menghindari hal hal yang tak diinginkan, ia mau tidak mau saya pakai helm pengaman,” tutur Kepala Puskesmas Batujangkih H. Munawar, Sabtu (11/1).
Plafon yang jatuh tersebut lanjutnya, mulai dari plafon lorong lantai dua, di depan ruangan kerjanya sebanyak dua kali, kemudian di ruang Aula pertemuan lantai dua. Di ruang bersalin lantai satu, di ruang sarpras lantai dua di samping ruangan kerjanya dan tadi malam ambruk lagi di ruang UGD, sehingga total sampai hari ini, plafon Puskesmas 6 kali jatuh.
“Bagaimana ndak pakai helm, sudah enam kali plafon jatuh, saya jadi takut, Paling tidak jika kembali jatuh, kepala saya aman,” cetusnya.
Kendati demikian, bicara pelayanan alhamdulillah tidak terganggu alias tetap jalan dan lancar.
Sementara penggiat Anti korupsi Lalu Eko Mihardi mengaku, dari awal pembangunan Puskesmas Batujangkih ini mengawatirkan, jika pekerjaan puskesmas ini dilanjutkan tanpa perhitungan dan perencanaan yang matang, akhirnya kejadian juga ini kali ke duanya ini sangat membahayakan bagi pasien rawat inap, tenaga Nakes, pasien rawat jalan.
karena tidak mungkin dengan Silpa Rp 1,9 miliar mampu menyelesaikan sisa pekerjaan sesuai dengan spek, Apalagi jika dilihat sisa volume pekerjaan item itemnya masih sangat banyak belum selesai saat putus kontrak dulu.
Mirisnya setelah putus kontrak bangunan tak terurus hingga setahun lebih tanpa penjagaan dan pengawasan sehingga banyak kramik yang hilang kaca kaca pecah dan lain lainnya.
“Saya minta Polda NTB subdit 3 untuk segera melimpahkan kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Puskesmas Batujangkih ini ke pengadilan, apalagi kasus ini sudah naik penyidikan.LHP BPK 2022 pada LKPD 2021 Sudah jelas bukan lagi potensial loss tapi aktual loss kerugian negara yang nyata, di antaranya kelebihan bayar dari volume pekerjaan yang belum di kembalikan ke kas negara, begitu juga dengan jaminan pelaksanaanya yg bodong yang nilainya masing masing besar besar sekali, kerugian keuangan negara akibat pembangunan Puskesmas Batujangkih dan sangat berpengaruh pada kualitas pelayanan publik,” katanya panjang.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Dr. Suardi mengaku, plafon Puskesmas Batujangkih menggunakan gypsum sehingga ketika kena Air, cepat ambruk.
“Beberapa Puskesmas di Loteng, sudah kita data yang menggunakan gypsum, itu kita akan ganti dengan PPC, biar tampilannya lebih bagus dan kuat,” janjinya. (nu-01)
