الحمد لله رب العالمین نَسْتَعِيْنُه عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
Jamaah Shalat Jumat Hafizakumullah
Kezaliman Membuntuti Pelakunya
Dikisahkan oleh At-Tanuki bahwa seorang menteri di Baghdad telah berbuat zalim terhadap seorang wanita tua. Harta wanita itu dirampas dan semua haknya dirampok. Wanita itu dengan berani mengajukan protes keras secara langsung kepada menteri itu sambil menagis. Sang menteri sama sekali tidak bergeming dan tida juga merasa kasihan. Wanita itu mengancam, “ Jika engkau tidak sadar, maka aku akan mengadukanmu pada Allah agar kau celaka.”
Sang menteri malah tertawa terbahak-bahak dan mengejek wanita itu seraya berkata dengan angkuh, “berdoalah di sepertiga akhir malam.”
Wanita itupun pergi meninggalkannya. Setiap sepertiga akhir malam ia selalu berdoa. Tidak lama menteri itupun diatangkap, diadili, dan seluruh hartanya disita. Dia diikat di tengah pasar dan dicambuk atas kejahatannya kepada rakyat. Pada saat itu, lewatlah wanita tua tadi dan mengenal siapa yang terikat. “Engkau benar. Engkau menganjurkanku berdoa di sepertiga akhir malam, dan terbukti itulah waktu terbaik.”
Para sahabat, janganlah kita berlaku sombong dan pongah di hadapan sesama manusia.
Jamaah Shalat Jumat Hafizakumullah
Hendaklah kita takut berbuat zalim kepada siapapun. Jangan mengurangi takaran apalagi merampas paksa hak orang lain. Sebab, tangis pilu dan doa mereka saat mengeluh dan melapor kepada Allah bisa mengundang karma dan malapetaka.
Rasullah Saw bersabda:
: ( اتق دعوة المظلوم ، فإنها ليس بينها وبين الله حجاب ) رواه البخاري ومسلم .
“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang zalim banyak lupa akan kezalimannya. Apalagi bagi orang yang sehari-harinya biasa menipu, merampas, dan mengambil paksa hak orang lain. Dosa kezaliman itu akan membuntutinya. Balasan akan mendatanginya, cepat atau lambat. Maka berhati-hatilah, karma dan malapetaka atas kezaliman itu bisa datang kapan saja dengan cara tidak terduga.
Tidak disyaratkan orang yang dizalimi itu seorang Muslim lalu doanya terkabul. Meski dia orantag kafir sekalipun, menzaliminya tidak dibenarkan. Anas bin Malik Ra berkata :
دعوة المظلوم وإن كان كافرا ليس دونها حجاب
“Doa orang yang terzalimi meskipun kafir tidak akan terhijab.” (Riwayat Ahmad)
Jamaah Shalat Jumat Hafizakumullah
Lebih heran lagi, jika orang zalim bangga atas kezalimannya. Terutama bagi pemegang kuasa. Penguasa yang menetapkan kebijakan yang tidak bijak. Menghukum tebang pilih. Menindak para oposisi yang dianggap terlalu kritis, sedang membiarkan para penjilat leluasa beroperasi. Rakyat dibuat berduka. Sedang konglomerat dibuat berpesta.
Seorang pemimpin yang zalim akan merasakan akibatnya pada Hari Pembalasan.
Rasulullah Saw berdabda:
إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ .
“Sungguh, manusia yang paling dicintai Allah pada Hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah ialah pemimpin yang adil. Orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim” (HR Tirmidzi).
Dalam hadits yang lain beliau bersabda “Tidaklah seseorang diamanahi memimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga” (HR Bukhari-Muslim).
Allah Swt Berfirman :
{ وما كنا مهلكي القرى إلا وأهلها ظالمون } ( القصص:59 )
“..Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman” (Qs. Al Qashash 59)
Dalam ayat yang lain
{وما كان ربك ليهلك القرى بظلم وأهلها مصلحون } .
QS. Hud ayat 117 berbunyi, “Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”.
Berkata Syaikh Ibnu Taimiyyah : “Allah menegakkan negara yang adil meskipun negara tersebut kafir, dan Dia tidak menegakkan negara yang tidak adil meskipun negara tersebut Islam. Dikatakan pula: Dunia ini bertahan dengan keadilan meskipun kafir, dan tidak bisa bertahan dengan kezaliman meskiun Islam.
Hal itu karena keadilan adalah kaidah kemakmuran dan kesejahteraan yang universal, maka jika urusan dunia ini ditegakkan dengan keadilan, maka ia akan tetap berdiri, meskipun pemiliknya tidak mendapat bagian di akhirat, dan jika tidak menegakkan keadilan, maka ia tidak akan bertahan, meskipun pemiliknya beriman yang akan diberi pahala di akhirat.
Jamaah Shalat Jumat Hafizakumullah
Sepatutnya pelaku kezaliman ini tidak layak tidur nyenyak dan makan enak. Sebab doa dari korbannya sudah dipanjatkan dan doa Rasulullah Saw atas pelaku zalim berlaku sepanjang masa,
اللَّهُمَّ، مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ
“Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia,” (HR. Muslim)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْ
