Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Fraksi Partai Kebangkitan (PKB) paling getol menyoroti data angka putus sekolah di Lombok Tengah (Loteng), yang sempat viral tembus sampai 15 Ribu lebih.
“Kami di daerah langsung dapat perintah dari wakil ketua Komisi X DPR RI, sekaligus Ketua DPW PKB NTB Lalu. Hadrian Irfani untuk memperjelas data 15 ribu anak Loteng putus sekolah, makanya kemarin melalui Komisi IV DPRD Loteng, kita telah bertemu dengan Lima Instansi dan mendesak Pemda Loteng membentuk tim verifikasi klarifikasi soal angka anak putus Sekolah, dan saya sendiri sudah meminta agar Senin besok datanya sudah clear,” kata Hj. Nurul Adha anggota DPRD Komisi IV dari Fraksi PKB.
Dikatakan, Lima Instansi yang dimaksudkan adalah, Tiga instansi dari Pemda Loteng, Tiga berasal dari Lingkungan Pemda Loteng seperti, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Duckapil).
Selanjutnya Instansi partikel seperti Kementerian Agama (Kemenag) Loteng dan Kepala Cabang Daerah (KCD) Dikbud NTB.
Dalam pertemuan tersebut, dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Loteng H. Mayuki.
Anggota dewan dari kalangan gender Empat periode ini menambahkan, kenapa ini penting harus disegerakan, mengingat apa yang telah di sampaikan bapak wakil Bupati, terkait angkat putus sekolah di Loteng tembus di angka 15 ribu.
Itu ternyata itu jadi isu nasional dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) Republik Indonesia, dan pihaknya selaku anggota dewan dari Fraksi PKB, telah di tuntut oleh ketua DPW PKB, sekaligus wakil ketua Komisi X, yang menangani soal pendidikan di Indonesia, untuk mengklarifikasi data tersebut.
“Apa yang telah di sampaikan bapak Wabup kita, ternyata sudah tembus ke nasional, dan kami dari fraksi PKB di dorong oleh ketua DPW PKB sekaligus anggota DPR RI dapil Lombok, untuk segera mencari dan merincikan, data terkait anak anak di Loteng putus sekolah yang tembus sampai 15 ribu lebih,” ungkapnya.
Dan ternyata dalam pertemuan dengan agenda verifikasi klarifikasi jumlah angka putus sekolah di Loteng, ternyata tidak sampai 15 ribu.
“Setelah kami lakukan verifikasi klarifikasi bersama Lima instansi, ternyata ada 14.212 orang putus sekolah di Loteng, dengan sebaran kasus berbeda beda,” paparnya.
Sebaran kasus yang berbeda-beda yang dimaksudkan jelas anggota dewan dari Dapil V Batukliang-Batukliang Utara Loteng ini, pertama disebabkan Drop Aot (DO), atau anak yang tidak sekolah dan putus sekolah berjumlah 2. 833.
Sedangkan yang Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) sebanyak 2.741, selanjutnya belum pernah Bersekolah sama sekali (BPB) sebanyak 8.638, sehingga total keseluruhannya berjumlah 14.212.
“Data di atas diterima langsung di Dikbud, Kemenag, KCD Dikbud NTB, DPMD dan Duckapil, saat kita lakukan verifikasi klarifikasi di ruang Komisi IV DPRD Loteng, dan sebaran data tersebut ada di masing-masing kecamatan se Loteng, dengan kasus berbeda beda,” tutupnya. (nu-01)
