Mataram (ntbupdate.com)- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS), terus perketat izin operasional satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF).
Seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Anas Bin Malik, Lombok, di mana tim dari Kanwil Kemenag NTB, melaksanakan kegiatan visitasi faktual, sebelum izin operasional satuan PDF, di keluarkan.
Tim visitasi Rombongan dipimpin oleh Kabid Pakis Kanwil Kemenag NTB HM Ali Fikri, S.Ag., MM. didampingi oleh Ketua Tim kerja seksi Pondok Pesantren dan Ma’had Aly H. Nasrullah, S.Ag, ME Tim Visitasi Kanwil Kemenag NTB disambut hangat oleh pimpinan pondok dan jajaran pengurus Ponpes Anas Bin Malik.
Kabid Pakis pada Kanwil Kemenag NTB, HM Ali Fikri menyampaikan, adapun tujuan dari visitasi faktual ini adalah, guna untuk memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis, apakah telah terpenuhi atau tidak.
Sebab mengeluarkan ijin PDF, sudah ada ketentuan, sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 91 Tahun 2020,tentang Petunjuk Teknis Pendidikan Diniyah Formal.
“Visitasi faktual ini merupakan bentuk komitmen Kemenag, dalam menjaga mutu pendidikan diniyah formal, sekaligus memastikan bahwa lembaga yang mengajukan izin benar-benar siap menyelenggarakan pendidikan sesuai standar,” terangnya.
Perlu diketahui lanjut Fikri, bahwa Visitasi ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses verifikasi dan validasi lapangan sebelum diterbitkan izin operasionalnya oleh Kemenag.
“Tim langsung, meninjau kesiapan lembaga dari berbagai aspek, termasuk kelembagaan, kurikulum, tenaga pendidik, peserta didik, serta sarana dan prasarana penunjang. Yang jelas semua kita periksa,” terangnya.
Dikatakan, keberadaan pendidikan PDF sangat memberikan dampak positif terhadap Kemenag, sebab Kurikulum PDF mencakup mata pelajaran agama Islam seperti Al-Qur’an, Hadis, Fiqh, Akhlak, Tarikh (sejarah Islam), dan Bahasa Arab.
Selain itu, juga mencakup mata pelajaran umum seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam, terutama pada tingkat Ula (dasar).
Dijelaskan, adapun isi kurikulum di PDF diantaranya, untuk Pendidikan Diniyah Formal Tingkat Ula (Dasar),
Mata Pelajaran Agama Islam:
Al-Qur’an: Pembelajaran tentang ayat-ayat Al-Qur’an, terjemahan, dan tafsirnya.
Selanjutnya mata pelajaran
Hadis meliputi Pembelajaran tentang hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, termasuk riwayat, sanad, dan makna
Sedangkan pelajaranFiqh meliputi, Pembelajaran tentang hukum-hukum Islam, terutama dalam hal ibadah, muamalah, dan hukum keluarga.
Akhlak meliputi, Pembelajaran tentang akhlak terpuji (baik) dan akhlak tercela (buruk) dalam Islam. Tarikh (Sejarah Islam), Pembelajaran tentang sejarah Islam, mulai dari masa Nabi Muhammad SAW hingga masa sekarang.
Bahasa Arab, Pembelajaran tentang bahasa Arab, termasuk tata bahasa (nahwu-shorof), kosakata, dan pengucapan.
Selanjutnya soal pelajaran Umum meliputi, pendidikan kewarganegaraan: Pembelajaran tentang nilai-nilai dan konsep-konsep kewarganegaraan.
Bahasa Indonesia, Pembelajaran tentang bahasa Indonesia, termasuk tata bahasa, kosakata, dan pengucapan,
Matematika: Pembelajaran tentang matematika dasar.
Ilmu Pengetahuan Alam, Pembelajaran tentang ilmu pengetahuan alam dasar.
Pendidikan Diniyah Formal Tingkat Wustha (Menengah) dan Ulya (Atas).
Kurikulum mata pelajaran agama Islam dan bahasa Arab lebih mendalam dan spesifik, dengan penekanan pada kitab-kitab kuning (kitab-kitab tradisional Islam).
Mata pelajaran umum juga ada, seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial, dengan penambahan muatan seni dan budaya di tingkat Ulya.
Ujian Inti (IW) dalam Pendidikan Diniyah Formal, Mata pelajaran yang masuk dalam ujian IW adalah Fiqh dan Ushul Fiqh, Tafsir dan Ilmu Tafsir, Bahasa Arab, Hadis, dan Ilmu Nahwu Ṣaraf, yang semuanya merupakan mata pelajaran agama Islam.
Ujian IW menggunakan bahasa Arab.
Pendidikan Diniyah Formal bertujuan untuk memberikan pendidikan keagamaan yang komprehensif, dengan fokus pada pengembangan pemahaman dan praktik ajaran Islam, serta menumbuhkan karakter yang baik.
Sementara itu pimpinan Ponpes Anas Bin Malik Lalu Sadiqul Wa’di mengatakan, dari semua persyaratan, pihaknya sudah siapkan. “Insyallah semua persyaratan sudah kita siapkan, sebab kami benar benar ingin membentuk lembaga pendidikan PDF,” katanya.
Atas kedatangan tim Visitasi ini, pihaknya berharap izin operasional PDF dapat segera diterbitkan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan legal formal.
“Dengan adanya kunjungan ini, Ponpes kami ini, saya berharap dapat segera memperoleh izin operasional PDF dan turut berkontribusi dalam penguatan sistem pendidikan keagamaan Islam yang unggul dan berkelanjutan di wilayah NTB,” tutupnya. (nu-01)
