Wacana Ketua KONI Loteng Bentuk Pengurus KOK, Tidak Mulus

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Baru baru ini, ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah (Loteng), H. Lalu Firman Wijaya, berencana membentuk Kepengurusan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK).

Rencana tersebut sepertinya tidak berjalan mulus, pasalnya sejumlah Koordinator Cabang Olahraga (Cabor), tidak setuju dengan wacana dibentuknya kepengurusan KOK.

“Mohon jangan buat ide ide yang bisa membuat kita miss koordinasi dengan sesama cabor, sebaiknya fokus pada peningkatan dan pembinaan cabor, apalagi tahun depan kita akan ikuti Porprov,” tegas Koordinator Cabor Futsal sekaligus anggota DPRD Loteng, Adi Bagus Karya Putra, Ahad (11/5).

Peningkatan dan pembinaan yang dimaksudkan jelas ketua DPC Partai Demokrat Loteng ini adalah, beberapa cabor butuh infrastruktur untuk latihan.

Seperti Futsal misalnya, mereka tidak punya lapangan atau tempat untuk latihan. Kendati pihaknya tidak nafikan, di sejumlah Kecamatan lapangan futsal ada, hanya saja masih jauh dari standar.

Dari itu, mestinya itu kadi pemikiran ke depan, khususnya bapak ketua KONI yang baru. “Silahkan bapak ketua KONI, bawa persoalan ini ke DISPORA Loteng, untuk memperbanyak infrastruktur semua Cabor sebagai tempat berlatih,” tegasnya.

Selanjutnya soal lahan, Loteng kaya akan aset daerah, misalnya saja Lahan lapangan Bundar Praya Loteng, di sebelah barat lapangan bundar lahannya masih luas.

Lahan tersebut, bisa dijadikan tempat dibuatkan lintasan lari mengelilingi GOR.

“GOR kita ada, tinggal kita manfaatkan lahan yang ada, kan Lapangan bundar lahannya masih luas, itu bisa dimanfaatkan untuk lintasan lari sambil mengelilingi GOR kita,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, di Lapangan bundar, juga bisa dibuatkan lapangan Basket out dor setandar, lapangan Poli, Sepatu Roda, dan fasilitas olahraga lainnya.

“Jadi Fokus kita disitu saja dulu, jangan buat ide ide yang bikin kami tidak nyaman, apalagi kita sedang disibukkan persiapan Porprov,” sambungnya sembari mengingatkan.

Ia menambahkan, jika itu dipikirkan dan cabor kita sukses, pastinya itu akan dijadikan tolok ukur kepengurusan KONI Loteng periode H. Lalu. Firman Wijaya.

“Kita fokus sama Cabor saja minta agenda kerja jangka pendek dan menengah untuk persiapan Porprov, waktu kita tidak banyak untuk persiapan, malah mau buat buat birokrasi KONI sampai Kecamatan dan Desa atau Kelurahan,” sentilnya.

Selanjutnya, soal Porprov sudah dekat, sebaiknya ketua KONI Loteng, rutin melakukan koordinasi dengan para Koordinator Cabor, biar matang persiapan agenda porprov tahun depan. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *