Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Regu dayung sampan atau perahu tradisional, utusan Geleger Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), berhasil keluar jadi juara terbaik dalam lomba dayung sampan, yang digelar Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) bersama warga, di Bendungan Batujai.
Suksesnya tim Geleger Prapen jadi juara, setelah sukses mengalahkan tim dayung sampan utusan Kelurahan Sesake dan Kelurahan Tiwu Galih Kecamatan Praya Loteng. Adapun nama nama pemenang dalam balapan sampan tersebut masing-masing juara satu pesampan atas nama Wandin dan Seban, utusan Kelurahan Prapen.
Juara Dua atas nama Nurdin dan Nasir Utusan Kelurahan Sesake dan Romli dan Krisna, utusan Kelurahan Tiwu Galih Kecamatan Praya Loteng.
Hadir dalam penutupan tersebut, Camat Praya Loteng Lalu Balya Wiranegara, Pejabat BWS, unsur TNI Polri, pejabat Kelurahan Prapen dan beberapa undangan lainnya.
Camat Praya Loteng Lalu Balya Wiranegara mengatakan, pihaknya sangat kagum dengan ide FP4 bersama masyarakat Geleger, apalagi lomba ini baru pertama kali diadakan di hamparan bendungan Batujai.
“Dilihat dari potensi Bendungan Batujai ini sangat indah dan sangat tepat dijadikan tempat lomba balap sampan,” katanya, Jum’at (23/5).
Selain itu, di zaman modern saat ini, mengembalikan tradisi peninggalan orang terdahulu, seperti balap sampan, harus dilestarikan. Sehingga pihaknya sangat kagum dengan ide yang dibangun FP4, dalam melestarikan budaya terdahulu di era modern saat ini.
Selanjutnya, melihat besarnya antusias masyarakat dalam menonton budaya balap sampan ini, ke depan lomba ini harus di lestarikan dan di gelar lebih meriah, termasuk lebih profesional.
“Tadi di ujung finish, sempat terjadi perselisihan siapa antara dua tim yang terdepan sampai finish, hal semacam ini harus jadi pembelajaran untuk lebih profesional di tahun mendatang, biar tidak ada perselisihan,” pintanya.
Selanjutnya soal menang kalah dalam sebuah pertandingan, itu hal biasa dan wajib terjadi. Dari itu yang menang, jangan terlalu jumawa, jadikan ini jadi semangat untuk terus berlatih. Demikian juga bagi yang kalah, kekalahan ini jadi motivasi untuk terus berlatih, agar kekalahan tahun ini terbayar dalam lomba yang sama di tahun berikutnya.
Sementara itu ketua penyelenggara Habiburrahman Al Buntari sekaligus Direktur FP4 Loteng, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia dan masyarakat ketempatan, atas partisipasi mendukung lomba ini, dari tanggal 19-23 Mei.
“Atas dukungan dan kerjasamanya, atas nama ketua panitia mengucapkan banyak terimakasih,” katanya.
Selanjutnya, terkait beberapa kekurangan tentunya ini jadi catatan dan perbaikan di lomba yang sama di tahun mendatang.
Mengingat lomba balap sampan ini, memiliki daya tarik yang luar biasa ditengah masyarakat, sehingga insyaallah ini akan dijadikan agenda tahunan FP4. (nu-01).
