Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sampai saat ini Drs. Jumali anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng), dari Partai PPP untuk Daerah Pemilihan (Dapil) III, Praya Timur Pujut Loteng.
Sudah melaksanakan program Serap Aspirasi (Reses), di Empat titik di Dapilnya, yaitu di Dapil III Kecamatan Praya Timur dan Pujut Loteng.
Di Empat titik yang sudah di datangi, di antaranya untuk Kecamatan Praya Timur Loteng, berlokasi di Dusun Otak Dese, Dusun Semoyong, Batu Bokah Selak Desa Kidang, Dusun Rangah dan Dusun Montor Bat Desa Marong, Dusun Gunung Buntak dan Dusun Kubur Basong Desa Bilelando. Selanjutnya di Kecamatan Pujut Loteng ada di Dusun Kampih Desa Truwai
Anggota DPRD Loteng dari Partai PPP Drs. Jumali mengatakan, untuk sementara ini, pelaksanaan program Reses sudah ia lakukan di Empat titik, baik di Kecamatan Praya Timur ataupun Pujut.
Dari Empat titik yang sudah didatangi lanjutnya, ada beberapa hal yang jadi kebutuhan masyarakat, kebutuhan tersebut ada yang bersifat umum dan khusus.
“Yang saya maksudkan umum adalah, ada beberapa kebutuhan yang setiap pelaksanaan reses selalu muncul, seperti perbaikan jalan usaha tani, jalan Kampung dan yang lainnya, sedangkan yang bersifat khusus, kebutuhan yang tumben muncul, seperti penambahan tiang listrik dan yang lainnya,” katanya, Ahad (6/7).
Dijelaskan, di Kampung Otak Desa, Dusun Semoyong, Batu Bokah Selak Desa Kidang, ada usulan terbaru yaitu pembaruan dan penambahan tiang listrik, mengingat tiang tiang listrik yang ada, kondisinya lebih banyak sudah di makan usia, sehingga di khawatirkan terjatuh.
Selain itu, posisi tiang tiang listrik yang masuk di perkampungan, agar di pindahkan ke pinggir jalan. “Keinginan masyarakat, tiang tiang listrik yang ada diganti dan posisinya di pindahkan ke pinggir jalan, sebenarnya persoalan ini persoalan lama, namun baru sekarang di usulkan, sedangkan untuk Duahn Semoyong Batu Bokah dan Selak, masyarakat di sana berharap jalan Desa naik status jadi jalan Kabupaten,” paparnya.
Masih di program reses di Desa kidang lanjut Politisi PPP ini, seperti di Dusun Gunung Buntak dan Kubur Basong, permintaan masyarakat sama, cuman di di titik ini masyarakat minta tiang listrik di perbanyak, mengingat masyarakat menggunakan bambu sebagai alat penyangga kabel.
“Besarnya manfaat alat penerang bagi masyarakat, sebenarnya kesempatan ini harus di manfaatkan pihak PLN, paling tidak penuhi semua kelengkapan penerangan, insyaallah masyarakat bakal semakin puas dan pastinya ini menguntungkan pihak PLN,” ungkapnya.
Drs. Jumali menambahkan, untuk Dusun Rangah dan Dusun Montor Bat Desa Marong Kecamatan Praya Timur, masyarakat setempat berharap jalan dari Desa Marong ke Truwai di perbaiki, mengingat jalan penghubung Dua Kecamatan ini sudah bergelombang dan berlubang. Lebihnya lagi jalan ini sering di lalui masyarakat dari luar Kabupaten, jadi akses pintas ke Kuta.
Sedangkan di Kecamatan Pujut, seperti Dusun Pasung Desa Truwai, di tempat ini masyarakat menginginkan peningkatan status jalan, dari jalan Desa ke jalan Kabupaten.
Mengingat jalur tersebut tembus ke Desa Truwai hingga ke pusat pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Di Dua titik ini, keinginannya sama peningkatan status jalan Desa, insyaallah kita tampung dulu,” ujarnya.
Bukan hanya itu saja, para petani khusus petani tembakau meminta agar pemerintah menentukan harga tembakau sebelum panen, seperti kayak padi, belum panen harganya sudah ditentukan pemerintah. (nu-01).
