Kabid Industri Tutup Pelatihan Diklat Anyaman Rotan Ketak, di Sentra IKM Loteng

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kamis (10/7), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng, melalui Kepala Bidang (Kabid) Industri Baiq Yuliana Safitri, menutup kegiatan Pelatihan dan Latihan (Diklat) di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Loteng, yang berlokasi di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Loteng.

Kegiatan Diklat pelatihan anyaman rotan ketak tersebut, telah di gelar selama Tiga hari, dimulai dari tanggal 7 sampai 10 Juli 2025.

Kabid Industri pada Disperindag Loteng Baiq Yuliana Safitri mengatakan, Diklat anyaman rotan ketak ini, diikuti oleh warga masyarakat lintas Kecamatan se Loteng. Pasalnya dari sekian peserta, alhamdulillah ternyata masing-masing Kecamatan ada yang ikut, ambil bagian dalam pelatihan anyaman rotan ketak ini.

“Sesuai dengan tugas, kita terus membantu Pemda Loteng dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, dan kami di Disperindag sudah melakukan Diklat anyaman rotan ketak, selama Tiga hari dan hari ini, kota tutup,” katanya, Kamis (10/7).

Dikatakan, dalam diklat ini banyak mode dan desain baru sesuai kebutuhan di pasaran yang diajarkan. Mengingat kebutuhan pasaran selalu berubah-ubah, sehingga mau tidak mau untuk bersaing di pasaran, diperlukan kreasi baru agar hasil kerajinan Loteng, terus mampu bersaing di pasaran sesuai kebutuhan atau trend terkini.

“Di pasaran, tentu kita harus mampu bersaing dengan inovasi baru, makanya di Diklat ini, trend trend terkini kita ajarkan, agar hasil kerajinan Loteng mendunia,” ungkapnya.

Baiq Yuliana menambahkan, adapun tujuan Diklat ini adalah, meningkatkan keterampilan para pengerajin, sesuai kebutuhan pasar.

Selanjutnya, meningkatkan keterampilan peserta dalam mendesain dan membuat produk anyaman rotan ketak yang berkualitas dan inovatif, sesuai kebutuhan pasar.

Mengembangkan kreativitas para peserta dalam menciptakan desain produk anyaman rotan ketak yang unik dan menarik, yang siap bersaing di pasaran.

Bukan hanya itu, Diklat tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk anyaman rotan ketak dengan memperkenalkan teknik-teknik baru dan bahan-bahan yang lebih baik, sesuai eranya.

Selanjutnya, meningkatkan daya saing produk anyaman rotan ketak di pasar, dengan memperkenalkan desain yang lebih modern dan inovatif, sesuai kebutuhan pasar.

Dan mengembangkan potensi lokal, dengan memanfaatkan sumber daya alam rotan ketak dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.

“Jika hasil diklat ini sukses, insyaallah para warga masyarakat, yang dulunya tidak punya pekerjaan, bisa berkreasi dan hasilnya nanti bisa di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutupnya (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *