Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Direktur Klinik Stanggor Desa Stanggor Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), Dr. Basirun MMRS angkat bicara soal viralnya video di media Facebook, yang menyebutkan klinik Stanggor menolak pasien korban kecelakaan.
“Tidak ada pasien yang di tolak, malah pasien korban kecelakaan ini yang tidak mau di rawat,” katanya via Telepon WhatsApp, Rabu (23/7).
Diceritakan, adapun kronologi kejadiannya, pasien ini menurut cerita malam itu, dia di bawah kendali minuman tuak (miras tradisional Red), dan terjatuh dari kendaraan. Karena ada pendarahan di muka, akhirnya teman temannya membawanya ke klinik sekitar jam 11 malam.
Hanya saja yang bersangkutan menolak untuk dibersihkan mukanya dan hanya minta obat saja. Namun petugas piket yang melihat kondisi mukanya mengeluarkan darah, sehingga petugas piket, kekeh harus dibersihkan.
“Korban menolak untuk dibersihkan, tapi petugas piket harus melaksanakan tugasnya mengingat muka korban banyak luka luka, namun korban tidak mau dibersihkan dan hanya minta sekedar obat,” paparnya.
Karena petugas piket tetap mau membersihkan, akhirnya korban ini keluar dari ruang tindakan, saat itulah ada orang yang datang dan memvediokan kejadian tersebut, dan memberikan narasi kalau klinik Stanggor menolak pasien.
“Yang memvediokan kejadian itu, mis komunikasi, dia mengira di tolak padahal korban sendiri yang keluar ndak mau dibersihkan, mungkin korban masih di bawah kendali minuman tersebut,” tutupnya. (nu-01)
