Dr TGH. Sabaruddin AR, Perkenalkan Master Plan Yayasan Ponpes NQ, Saat Acara Ramah Tamah Bersama Wali Santri

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Masing-masing Pondok Pesantren (Ponpes), di setiap tahun ajaran baru, pasti ada acara khusus antara wali santri santriwati dengan pihak Yayasan di mana tempat menutut ilmu.

Termasuk di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an (NQ) Lendang Simbe Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng).

Yayasan di bawah Binaan Qori’ Internasional ini, menggelar agenda tahunan berupa, silaturahim ramah tamah bersama para wali santri santriwati. Acara tersebut dipusatkan di halaman gedung asrama baru Yayasan Ponpes setempat, Ahad (24/8)

Pimpinan Yayasan Ponpes Nurul Qur’an Lendang Simbe Desa Mertak Tombok Kecamatan Praya Loteng Dr. TGH. Sabaruddin Abdurrahman MPd mengatakan, sebagai tradisi setiap tahun di setiap penerimaan santri santriwati, pihaknya bersama keluarga besar yayasan Ponpes NQ dan wali santri santriwati tanpa terkecuali, melakukan silaturahmi dan ramah tamah.

“Tak kenal maka tak sayang, lagu bang Haji Roma Irama ini layak saya ucapkan di acara ramah tamah ini, sebab di ajang ini kami dari keluarga besar Yayasan Ponpes dengan wali santri santriwati bisa saling kenal mengenal antara satu dengan yang lain, termasuk juga sesama wali santri juga bisa saling kenal,” katanya.

Dikatakan, di momen bahagia penuh dengan keberkahan ini, pihaknya memperkenalkan kondisi lingkungan Ponpes, termasuk aturan yang harus dipatuhi oleh wali santri santriwati.

Pertama, saat ini Ponpes NQ terus memenuhi seluruh kebutuhan santri santriwati, mengingat jumlah santri santriwati yang masuk ke NQ kian bertambah.

Seiring hal tersebut, saat ini pihak yayasan sedang mengebut pembangunan asrama, di mana masing-masing asrama namanya diambil dari para nama imam imam ahli Al Qur’an, Al Hadits dan para ahli Qira’at.

Mengambil nama nama tersebut, guna mencari keberkahan, mengingat Yayasan Ponpes NQ terfokus pada peningkatan Al- Qur’an, tanpa mengesampingkan ilmu yang lain.

“Asrama baru di samping ibu bapak ini namanya Asrama Ibnu Katsir, nama salah seorang imam Qiro’at dari Makkah, termasuk asrama yang lain juga kita sudah berikan nama Imam Imam Qiro’at, seperti Imam Nafi’ Madinah, Imam Abu Amr (Bashrah), Imam Ibnu Amir (Syam), Imam Ashim dan Imam Hamzah,” paparnya.

Khusus Asrama Ibnu Katsir yang saat ini sudah 90 persen jadi, masing-masing kamar sudah di siapkan 6 kamar mandi, satu buah kolam khusus mencuci, termasuk rak tempat penaruhan sepatu sandal dan beberapa pasilitas lengkap lainnya.

Dikatakan, saat ini lembaga pendidikan di bawah Ponpes NQ ada SMP NQ dan MA NQ, dengan jumlah santri santriwati ada 1. 217 orang, sedangkan luas lahan yang sudah di siapkan ada 1 Hektar lebih dan insyaallah akan terus dikembangkan.

“Yayasan Ponpes NQ, kan beroperasi tahun 2008, dengan umur yang masih belia, alhamdulillah saat ini saja jumlah santri santriwati sebanyak 1. 217, semakin bertambahnya jumlah santri, sehingga ke depan kami akan upayakan perluasan,” ungkapnya

Selanjutnya soal lulusan ataupun yang masih nyantri, alhamdulillah rata rata sudah sukses tunjukkan Keilmuan mereka. Di mana pada Festival Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), tingkat Provinsi NTB, yang insyaallah akan dilaksanakan tahun 2026 di Loteng.

Santri Nurul Qur’an yang mewakili Kabupaten Loteng ada 20 orang, belum lagi santri santriwati yang mewakili Kabupaten Kota di Luar Loteng.

“Bicara unjuk kebolehan, insyaallah santri santriwati kami sudah terbukti, di MTQ tingkat Provinsi NTB tahun 2026 mendatang saja, yang mewakili Loteng ada 20 orang, belum lagi dari Kabupaten Kota lainnya, juga santri santriwati kami ikut mengharumkan nama daerahnya,” tutupnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *