Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke 80 tingkat Provinsi NTB, di pusatkan di lapangan Sangkareang Mataram Besok Sabtu 3 Januari 2026.
Sedangkan masing masing Kabupaten kota di NTB, selenggarakan di temoat masing-masing, termasuk di lingkungan madrasah, Ponpes dan yayasan juga di selenggarakan di tempat masing-masing secara serentak.
Perayaan HAB Kemenag ke 80 tingkat Provinsi NTB, Kemenag Loteng sendiri mendelegasikan 500 peserta.
“HAB kemenag ke 80 Ini kan gawe besar kita, jadi baik di tingkat Provinsi NTB ataupun di tempat masing-masing kita harus sukseskan, makanya untuk tingkat Provinsi kami kirim 500 peserta. Sedangkan di tingkat Kabupaten Loteng ribuan peserta bakal membludak hadir,” kata Kepala Kemenag Loteng, H. Lalu Syahdi, Jumat (2/1).
Dari 500 peserta tersebut lanjut mantan Kamad MIN 3 Loteng ini, itu semua dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Sudah kita siapkan, mana peserta yang di Delegasikan dan yang menetap,” cetusnya.
Selanjutnya untuk peserta perayaan HAB Kemenag ke 80 di tingkat Kabupaten Loteng, semua keluarga besar Kemenag Loteng seperti ASN, PPPK, Penyuluh, penghulu, KUA di masing-masing Kecamatan, Kepala madrasah negeri dari jenjang MIN hingga MAN dan ketua KKM baik negeri dan swasta.
“Semua akan berkumpul di halaman MAN 1 Loteng, sebab di MAN 1 Loteng, jadi pusat kegiatan perayaan HAB Kemenag ke 80. Tingkat Kabupaten Loteng,” jelasnya.
Dikatakan, bicara sejarah HAB Kemenag berawal dari berdirinya Departemen Agama pada 3 Januari 1946, yang ditetapkan melalui Penetapan Pemerintah, menjadikannya hari lahir institusi tersebut.
Pada 3 Januari 1980, pada peringatan HUT ke-34, namanya diubah dari “Hari Ulang Tahun Departemen Agama” menjadi “Hari Amal Bakti” untuk menekankan pengabdian (amal) dan kesetiaan (bakti).
HAB diperingati setiap 3 Januari sebagai momentum refleksi dan peningkatan pengabdian Kementerian Agama dalam melayani kehidupan beragama masyarakat Indonesia.
Latar Belakang Pembentukan (1945-1946) Usulan Awal: Usulan pembentukan kementerian khusus agama pertama kali disampaikan oleh Muhammad Yamin dalam Sidang BPUPKI (11 Juli 1945).
Dukungan KNIP: Usulan ini kembali menguat dan didukung dalam sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada November 1945 oleh tokoh-tokoh agama untuk memastikan negara hadir dalam urusan agama.
Penetapan: Pemerintah secara resmi membentuk Departemen Agama pada 3 Januari 1946, dengan H. Mohammad Rasjidi sebagai Menteri Agama pertama.
Perubahan Nama menjadi HAB (1980)
Usulan Menteri: Pada peringatan HUT ke-34 tahun 1980, Menteri Agama saat itu, Alamsyah Ratu Perwiranegara, mengusulkan perubahan nama menjadi Hari Amal Bakti (HAB).
Adapun Makna Filosofis: Tujuannya agar peringatan ini lebih bermakna sebagai wujud pengabdian dan bukan sekadar perayaan usia, menekankan nilai integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Peringatan HAB.
Tanggal: Diperingati setiap 3 Januari sebagai Hari Lahir Kementerian Agama.
Kegiatan: Peringatan ini diisi dengan kegiatan sosial, refleksi, dan evaluasi kinerja, bukan hanya seremoni formal.
Makna: Menjadi simbol komitmen Kemenag dalam membina kerukunan dan pelayanan keagamaan di Indonesia. (NU-01).
