Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Terhitung dari tanggal 2 sampai 7 Maret 2026, Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Gugus 2 Praya Lombok Tengah (Loteng), terdiri dari SDN 1 Praya, SDN 2 Praya SDN 22 Praya, SDN Serengat dan SDN Bilepait Kecamatan Praya Loteng. Telah menggelar lomba karnaval dan ajang kreativitas, yang dikemas dengan nama Gema Ramadhan Ceria.
Dalam lomba ini pihak KKG Agama Gugus 2 Praya Loteng telah memilih beberapa mata lomba diantaranya Lomba Menyambung Ayat Pendek, Lomba Adzan, Lomba Puisi Islami, Lomba Pildacil dan Lomba Cerdas Cermat.
Dan hari ini, Sabtu 8 Maret 2026, lomba lomba tersebut resmi di tutup. Penutupan tersebut di gelar di aula Korwil Dikbud Praya Loteng, terlihat puluhan piala dan piagam penghargaan berjejer di depan Podium Penutupan lomba. Sabtu (7/3).
Ketua panitia Ramli mengatakan, sesuai hasil kesepakatan bersama para guru agama dan kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN), yang masuk dalam kelompok KKG Agama Gugus 2 Praya Loteng, dalam rangka mengisi Bulan Ramadhan, sepakat melaksanakan lomba, yang terfokus pada peningkatan kreativitas siswa.
“Sesuai kesepakatan kami bersa para guru guru agama dan para kepala SDN yang masuk dalam gugus 5 Praya, telah memilih 5 nama mata Lomba, di antaranya Lomba Menyambung Ayat Pendek, Lomba Adzan, Lomba Puisi Islami, Lomba Pildacil dan Lomba Cerdas Cermat,” katanya. “Sebelumnya kita adakan karnaval pada tanggal 14 Februari lalu, yang di ikuti oleh seluruh guru dan siswa se Gugus 2 Praya,” sambung Ramli.
Dijelaskan, dari Lima lomba yang di lombakan, aspek keadilan tetap di kedepankan artinya lomba tidak menoton dalam satu tempat. Misalnya saja untuk lomba menyambung Ayat pendek di adakan di SDN Bile Pait.
Selanjutnya di SDN Serengat pusat lomba Adzan, di SDN 2 Praya pusat lomba puisi islami, sedangkan untuk Lomba Pildacil di pusatian di SDN 1 Praya.
Dan yang terakhir untuk Lomba Cerdas Cermat di Fokuskan di SDN 22 Praya Loteng. “Sekolah yang masuk KKG Agama Gugus 2 Praya, kita pakai,” cetusnya.
Selanjutnya soal keneteralan, dewan hakim tidak diambil dari para guru yang masuk di KKG Agama Gugus 2 Praya, melainkan di ambil dari luar. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya buruk sangka pesan memesan nilai dan kecemburuan, terutama soal penilaian.
“Dewan Hakim kita ambil dari luar, biar lebih profesional dan menghindari terjadinya buruk sangka, terutama soal nilai di masing-masing mata lomba,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam lomba ini di ikuti oleh 80 peserta, yang berasal dari 5 sekolah yang masuk dalam KKG Agama Gugus 3 Praya.
Dengan suksesnya pergelaran ini, pihaknya bersama para guru berinisiatif di tahun tahun mendatang, akan menggelar lomba, yang insyaallah akan menggandeng pihak Korwil Dikbud Praya, PGRI dan Kemenag Loteng. “Pertama kali kita adakan saja, alhamdulillah hasilnya sunggul luar biasa, insyaallah kita akan adakan lagi dengan nuansa yang lebih mantap,” tutupnya.
Sementara itu ketua KKG Agama Gugus 2 Praya Hj Sarbini mengaku bangga dan kagum atas kekompakan dari para guru gugus 2 Praya yang telah mereka tunjukkan, padahal acara ini tidak pernah di pikirkan, namun hasilnya sangat membanggakan.
“Saya tidak pernah terpikir acara ini sukses, kendati begitu saya sangat kagum dengan semangat para guru agama gugus 2 Praya, yang sukses menggelar acara yang mereka kemas dengan nama gema Ramadhan ceria,” katanya.
Selanjutnya atas keberhasilan ini, tentunya ini jadi motivasi bersama untuk terus melahirkan program program baru yang lebih baik dan insyallah pihaknya akan memfasilitasi semua kebutuhan termasuk pengadaan HP untuk memperlancar program.
“Acara ini harus jadi semangat baru untuk lebih baik, kami dari KKG Agama Gugus 2 Praya, siap memberikan pasilitas lengkap agar kegiatan kegiatan semacam ini ditingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu letua PGRI Loteng Amir mengatakan, pihaknya selaku ketua PGRI sebelumnya pernah berjanji kepada masing-masing Gugus, bagi gugus yang melaksanakan program menyangkut peningkatan kreativitas siswa.
Maka tentunya PGRI akan membangunkan pasilitas lengkap, guna mendukung semua program yang menjurus kepada peningkatan kreativitas siswa.
“Insyaallah nanti kami akan diskusi dengan ketua KKG Agama Gugus 2 Praya, soal apa saja yang harus kita benahi dalam mendukung program selanjutnya,” katanya.
Selanjutnya kepada para siswa yang meraih juara, agar tidak merasa jumawa dan lupa, namun mari jadikan prestasi ini jadi penyemangat untuk lebih baik.
Selanjutnya kepada siswa siswi yang belum beruntung, jadikan lomba ini jadi penyemangat juga, sebab perjalanan anak anakku masih panjang dan masih banyak event event yang bakal di lombakan.
Event event tersebut tentunya harus dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan dan keahlian yang sudah diajarkan oleh ibu bapak gurunya.
“Yang juara belajarnya harus di tingkatkan, demikian pula yang tidak dapat juara, jadikan lomba ini jadi penyemangat untuk lebih giat belajar,” tutupnya. (Nu-01).
