Lombok Tengah (ntbupdate.com)– Arus digitalisasi pendidikan terus mengalir deras hingga ke penjuru Nusantara. Di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Tengah (Loteng) yang beralamatkan di Desa Jelantik Kecamatan Jonggat Loteng, membuktikan diri sebagai institusi pendidikan menengah pertama yang siap menghadapi tantangan zaman dan pencetak generasi islami.
Baru baru ini madrasah di bawah binaan kemenag Loteng, resmi menggelar ujian berbasis Computer Based Test (CBT) secara serentak bagi ratusan siswa-siswinya.
Ujian inovatif ini merupakan bagian dari agenda Penilaian Tengah Semester (PTS) bagi siswa kelas 7 dan 8, sekaligus menjadi ajang pemanasan berupa Try Out bagi siswa kelas 9 yang akan segera menghadapi Ujian Nasional.
Kepala MTsN 2 Loteng, H. Diguna, S.Ag mengatakan, seiring dengan kemajuan zaman saat ini, tentunya sebagai pendidik harus mampu melahirkan program baru, yang selaras dengan kemajuan zaman tersebut, termasuk menciptakan transformasi digital untuk pendidikan yang berintegritas.
Misalnya saja pihaknya sudah mulai
menerapkan sistem CBT di MTsN 2 Loteng, bukan sekadar tren, melainkan sebuah lompatan besar dalam tata kelola evaluasi pembelajaran.
“Apa yang kami sedang lakukan, ini bagian dari inovasi dan wujud nyata, untuk melaksanakan komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk dengan cara beralih dari kertas ke sistem CBT, dengan cara ini, kami dapat meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya yang signifikan. Namun yang terpenting, sistem ini sangat efektif dalam mengukur kemampuan murni siswa sekaligus menekan risiko kesalahan koreksi dan kecurangan hingga titik terendah,” ungkap H. Diguna dengan penuh optimisme.
Skala Besar, Berjalan Lancar dan Terarah
Bukan hal yang mudah untuk menyelenggarakan ujian digital berskala besar. Tercatat, sebanyak 835 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 berpartisipasi dalam ujian ini. Hebatnya, pihak sekolah mampu memfasilitasi jalannya ujian dengan tertib dan lancar.
Khusus bagi siswa kelas 9, ujian Try Out berbasis CBT ini menjadi simulasi krusial yang di desain semirip mungkin dengan kondisi Ujian Nasional sesungguhnya. “Kami ingin memastikan bahwa siswa-siswi kami tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melek teknologi, siap, dan percaya diri saat menghadapi Ujian Nasional nanti,” tambah H. Diguna.
Belajar Adalah Ibadah: Semangat Menyala di Bulan Puasa
Ada pemandangan yang sangat menyentuh dan patut diacungi jempol dari pelaksanaan ujian kali ini. Diadakan tepat pada pertengahan bulan suci Ramadhan, rasa lapar dan dahaga ternyata tidak sedikit pun melunturkan antusiasme para pelajar.
Wajah-wajah lelah yang biasanya identik dengan puasa justru tergantikan oleh sorot mata yang fokus menatap layar monitor. Bagi para siswa-siswi MTsN 2 Lombok Tengah, menuntut ilmu dan mengikuti ujian di bulan suci bukanlah sebuah beban, melainkan ladang pahala. Mereka menjalaninya dengan penuh kesadaran bahwa belajar adalah bagian dari ibadah.
Ke depannya, MTsN 2 Loteng berharap terobosan ini dapat menjadi standar baru bagi evaluasi pembelajaran madrasah di NTB. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi. Tantangan masa depan semakin kompleks, dan kami harus memastikan anak-anak kami memiliki bekal yang lebih dari sekadar cukup untuk menghadapinya,” tutup H. Diguna, mengakhiri wawancara.
Langkah MTsN 2 Loteng membuktikan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tangkas dalam menguasai teknologi. Sebuah inspirasi pendidikan yang lahir dari harmoni antara iman, ilmu, dan inovasi. (NU-01).
