Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Setelah sukses memperjuangkan para guru yang mengabdikan diri di madrasah negeri, dan karyawan kantor, sehingga di angkat jadi ASN, PPPK full dan PPPK paruh waktu.
Kini Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB Dr. H. Zamroni Aziz, kembali berikhtiar dalam memperjuangkan nasib para guru swasta, untuk bisa terakomodir seperti layaknya guru madrasah negeri dan perkantoran untuk diangkat jadi PPPK.
“Saya terkadang menangis melihat perjuangan para guru swasta, namun pengabdian mereka kurang diperhatikan oleh pemerintah, penomena ini sering saya sampaikan langsung kepada Istri saya, yang kebetulan juga anggota DPRD NTB. Paling tidak aspirasi para guru swasta untuk bisa diangkat jadi PPPK, bisa diperjuangkan lewat jalur lain,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr. H. Zamroni Aziz saat mengisi sapari Ramadhan di Loteng, Rabu malam (11/3).
Kenapa pihaknya mengatakan lewat jalur lain, sebab pihaknya melalui kemenag selalu mengusulkan agar keberadaan guru swasta, juga bisa diangkat jadi PPPK.
Tidak sampai di sana, perlu juga mencari jalan yang lain, siapa tau semakin banyak jalan memperjuangkan nasib guru swasta, harapan untuk diterima semakin terbuka.
Dikatakan, Dalam berjuang tentunya harus banyak cara dan panjang berfikir, apalagi dalam mengurus puluhan ribu guru swasta, yang saat ini belum bisa di angkat jadi PPPK.
Termasuk dengan istri sendiri juga ia sampaikan dan alhamdulillah melalui parlemen yang sama dan secara kebetulan di partai yang sama, istrinya (Dr. Hj. Megawati Lestari) bersama dengan wakil ketua DPR RI Dapil NTB
Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H. M.T.
“Soal pilihan itu hak masing-masing orang, cuman saya mengingatkan ketika kita sudah menghantarkan lalu tidak amanah, tidak pernah ingat dengan jasa kita, terutama soal nasib Pondok Pesantren dan guru swasta, ini perlu kita pikirkan bersama, dan saya lihat disetiap ada pertemuan, wakil kita sekaligus wakil ketua DPR RI dapil NTB, Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H. M.T. selalu memperjuangkan nasib kita di bawah kemenag di NTB, dan insyaallah apa yang jadi harapan para guru swasta untuk di angkat jadi PPPK sedang diperjuangkan, mari kita sama sama doakan semoga ibu wakil kita di Senayan, sukses memperjuangkan nasib guru swasta jadi PPPK,” ujarnya panjang.
Kenapa pihaknya selalu menyebut beliau, itu bukan karena satu partai dengan istrinya, namun selama ini sepak terjang buat Ponpes dan nasib guru swasta, nyata.
“Saat acara Hari Santri Nasional tahun lalu, alhamdulillah beliau hadir dan memberikan bantuan kepada ponpes dan piagam penghargaan kepada Pimpinan Ponpes, atas jasa jasa beliau dalam membantu pemerintah melalui pendidikan,” paparnya.
Selain itu para guru swasta yang berasal dari NTB, sebelumnya juga pernah mengadukan nasib mereka ke Jakarta. Di parlemen para guru tersebut langsung diterima oleh Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H. M.T.
“Inilah manfaatnya kita punya wakil di parlemen yang tidak lupa dengan jasa Konstituennya, ketika Konstituen nya butuh, langsung hadir memberikan kontribusi, guru Inpassing untuk diangkat menjadi PPPK dan guru swasta dapat diikutsertakan sebagai peserta seleksi pengangkatan PPPK untuk ditempatkan di madrasah negeri atau swasta,” sambungnya.
Mantan Kepala Kemenag Loteng ini menambahkan, di acara yang mulia ini, pihaknya mengajak keluarga besar Kemenag mendukung penuh program pemerintah pusat, salah satunya program MBG agar dapat berjalan dengan lancar. Sebab tujuan dari MBG ini adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting dan malnutrisi, serta meningkatkan fokus belajar anak di sekolah. Program ini menargetkan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui untuk menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Saya rasa semua madrasah di bawah kemenag sudah tersentuh MBG, dari itu mari kita sama sama kawal program bapak Presiden kita, sebab tujuan MBG ini baik,” tutupnya. (Nu-01)
