Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Anggota DPR RI Dapil NTB II dari Fraksi Gerindra, Hj. Lale Syifaun Nufus, bersama mitra kerja Komisi VIII DPR RI, masing-masing Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnajah NW Repok Oak, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng).

Kedatangan politisi kawakan partai Gerindra ini bersama mitra kerja Komisi VIII DPR RI, guna menyerahkan bantuan untuk pimpinan Ponpes Safinatunnaja NW Repok Oak TGH. Khotibuddin Athar. yang sebelumnya, asrama santrinya mendapatkan musibah kebakaran.
Adapun jenis bantuan yang diserahkan diantaranya A. Sembako
Paket Sembako 45 pkt
– Beras Premium Punokawan 5kg 225kg
– Minyak Fortune 1ltr 45ltr/pouch
– Kecap Sedap 135ml 45btl
– Saus Sasa 135ml 45btl
– Mie Instan Indomie 90gram 225bks
– Biskuit Kelapa Roma 300gram 45pcs
– Sardine Maya 425gram 45klg
– Godiebag 45pcs
B. Perlengkapan Shalat
– Baju Koko 45pcs
– Songkok/Peci 45pcs
– Sarung 45pcs
– Sejadah 45pcs
– Al Qur’an 45pcs
C. Perabotan Rumah Tangga
– Lemari Plastik 23pcs
– Bantal 45pcs

Dalam sambutannya pimpinan Ponpes Safinatunnaja NW Repok Oak Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah Loteng TGH. Khotibuddin Athar menceritakan, saat musibah tetjadi pihaknya sedang menghadiri acara reuni di Yanmu NW Praya.
Di mana saat itu pihaknya mendapatkan kabar, kalau asrama putra terbakar.
“Saya langsung bilang innalillahi wa Innalillahi rojiuun, ini adalah musibah dan dalam agama kita di larang untuk mengeluh, makanya saya serahkan ke sang khalik, mungkin ada hikmah dibalik musibah ini,” curhatnya, Rabu (25/3).
Dan kedatangan anggota Komisi VIII DPR RI Dapil NTB II, mungkin bagian dari hikmah dan memberikan bantuan
“Terimakasih saya ucapkan kepada ibu anggota DPR RI Dapil NTB II, ibu Hj. Lale Syifaun Nufus bersama mitra kerja, datang memberikan bantuan bersama Dinas Sosial Loteng,” katanya.
Dikatakan, ponpes ini berdiri tahun 1987, dengan lembaga pendidikan pertama yaitu MI, tahun 2011 membuka lembaga pendidikan Jenjang MA, dan sampai hari ini jumlah santri sebanyak 315 orang.
Selanjutnya masing-masing santri, semua di karantina, baik itu santri dekat maupun jauh, hal ini guna mempermudah memberikan pendidikan, baik formal ataupun non formal.
Atas kejadian musibah ini, tentunya pihaknya selaku pimpinan ponpes sangat terpukul, sebab dari 20 kamar yang ludes terbakar, itu berisikan 50 orang santri.
“Insyaallah lusa kami bersama para wali santri akan rapat, guna membahas kelanjutan nasib santri yang pondoknya sudah terbakar dan kami juga sangat mengharapkan uluran dan perhatian pemerintah, paling tidak bisa mengurangi beban kami, terutama dalam membangunkan kembali asrma sebagai tempat para santri mondok,” harapnya.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sebab santrinsedang libur, yang ludes hanya Lemari, baju, buku, sepatu dan uang ada Rp 150 ribu,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Sentra Paramita Kemensos RI Arif Rohman menyampaikan salam pak Menteri Sosial, beliau turut prihatin atas musibah yang terjadi.
Selain itu beliau juga berpesan, pengurus ponpes harus tegar, dan tetap semangat dalam menjalankan tugasnya, dalam mendidik dan membina generasi bangsa yang beraklaqul karimah.
Dikatakan, pemerintah sangat peduli kepada rakyatnya, melalui kemensos RI pemerintah telah banyak melahirkan program, mulai dari program jaminan sosial, kesehatan dan yang lainnnya.
Termasuk bantuan sosial bagi yang terkena musibah. “Kami di kementerian siap turun jika ada yang mendapatkan musibah, asakan data nya lengkap. Tidak menghutung menit pemerintah bakal langaung merespon dengan menurunkan kebutuhan, rermasuk di ponpes ini,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Loteng Masnun mengumpulkan bayak terimkasih kepada Hj. Lale syifa, sebab bukan di sini saja pihaknya ketemu, di setiap musibah yang menimpa masyarakat Loteng, beliau sangat respon dan bergerak cepat turun ke lokasi. “Saya kagum dengan kesigapan wakil kita. Apalagi beliau adalah satu satunya anggota DPR RI dapil NTB di Komisi VIII, setiap ada musibah pasti saya ketemu, termasuk ditempat ini,” katanya.
Bicara Loteng, pihaknya akui pemerintah telah banyak memberikan bantuan, terutama soal jaminan kesehatan dan malah di Loteng, setengah dari penduduk Loteng sudah tersentuh dengan program pemerintah, baik itu dalam hal jaminan kesehatan dan kesejahteraan.
“Terimakasih bu Hj. Lale Syifaun Nufus yang sangat gercep ketika masyarakat membutuhkan, semoga apa yang kita lakukan saat ini tercatat sebagai amal ibadah,” harapnya
Sementara itu Anggota DPR RI Dapil NTB II Hj. Lale Syifaun Nufus mengucapkan banyak terimakasih kepada tim Tagana, yang tak kenal lelah gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah.
“Tanpa tagana dan masyarakat yang ikut membantu memadamkan api, saya tidak bisa berfikir api akan menjalar, apalagi ponpes ini berada di tengah pemukiman padat penduduk, terimakasih saya ucapkan dan semoga ini tercatat sebagai ladang amal jariah,” katanya.
Sebagai anak yang pernah hidup ditengah lingkungan Ponpes. Pastinya banyak kenangan yang tak bisa dilupakan, namun mari jadikan ini sebagai musibah dan mari kita ambil hikmahnya.
Selanjutnya bantuan ini, merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat, melalui komisi VIII yang membidangi kebencanaan, hari ini menyerahkan bantuan sesuai dengan kebutuhan santri.
Bantuan ini pihaknya berharapkesedihan yang di alami oleh santri dan pimpinan ponpes, bisa terobati.
Bukan hanya itu, pihaknya juga meminta kepada pimpinan yayasan untuk membuatkan laporan atau proposal, insyallah melalui kewenangannya sebagai anggota dewan dapil NTB II, nantinya akan mengawal proposal tersebut sampai jadi.
“Mohon bapak tuan guru buatkan kami proposal yang di tujukan ke KementerianAgama, nanti kami akan kawal semoga ada dana untuk perbaikan,” tutupnya. (Nu-01)
