Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Inovator Kreatif atau orang yang berkreasi menciptakan hal baru, bahasa ini layak di sematkan kepada Lalu Muhammad Zaki Kepala SMPN 2 Praya Lombok Tengah (Loteng).
Pasalnya di tempat tugas barunya sebagai kepala di SMPN 2 Praya Loteng, kondisinya amat memprihatinkan seperti sekolah tak terurus, termasuk di area sekolah jadi kubangan sampah yang tidak diperhatikan.
Namun kini, kubangan sampah tersebut sudah di sulap jadi area parkir dan tempat wudu’.
“Alhamdulillah kubangan sampah yang dulunya di keluhan masyarakat sekitar, siswa dan guru, kini sudah kita sulap jadi area parkir dan tempat wudu’,” jelas Kepala SMPN 2 Praya Loteng, Lalu Muhammad Zaki, Jum’at (8/4).
Di jelaskan, kenapa lokasi sampah itu di jadikan area parkir dan tempat berwudu’ pertama area parkir, pihaknya sengaja memilih lokasi itu dikarenakan lokasinya paling belakang, untuk mempermudah mengawasi dan mengontrol siswa, terutama saat jam jam belajar dan jam istirahat.
“Siswa yang menggunakan sepeda motor misalnya, saat jam sekolah mau keluar, cepat kita kontrol mengingat banyak selokan selokan yang akan dilalui baru bisa mereka keluar, termasuk saat jam pulang kita bisa kontrol,” katanya.
Ke Dua tempat wudu’, di timur lokasi kubangan sampah tersebut, ada aula dan musholla, untuk memudahkan siswa ambil air wudu’, terutama saat jam jam program Iman dan Taqwa (Imtaq).
“Tempat wudu’ sudah ada sebelumnya di area yang lain, tapi itu tidak cukup, ketika anak anak mau berwudu’ lama mereka ngantri makanya lokasi itu kita manfaatkan untuk membangunkan tempat wudu’ tambahan dan memanfaatkan lahan yang ada,” ujarnya.
Selain itu, kubangan sampah ini telah menciptakan ketidak nyamanan masyarakat, siswa dan guru, mengingat tumpukan sampah tersebut telah mengundang bau amis tidak sedap, sehingga melahirkan ketidaknyamanan.
Tidak hanya itu lanjutnya beberapa tempat kosong yang dulunya tidak dimanfaatkan, kini sudah di tata dengan rapi untuk selanjutnya akan ditanami bunga dan tumbuh tumbuhan hijau, agar sekolah semakin asri, tertata dengan baik dan nyaman bagi siswa-siswi dan guru.
“Insyallah perlahan tapi pasti, yang terpenting saat ini nilai kebersamaan dan memiliki, sudah tertanam,” ungkapnya.
Apa yang sudah dan sedang dikerjakan, bertujuan untuk menciptakan suasana belajar lebih efektif dan kondusif.
“Setelah penataan lingkungan selesai, dan rasa aman dan nyaman sudah mulai dirasakan siswa, baru kita akan lanjut ke Yang lain termasuk kedisiplinan, proses KBM dan yang lainnya, perlahan lahan kita lakukan perubahan,” tutupnya. (Nu-01).
