Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Program Serap Aspirasi (Reses) ke Tiga, Anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng) Tarip Dari Fraksi PKB, di laksanakan di Dusun Sukaraja 1 Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng, Kamis (4/6)
Di titik Tiga ini, jalan pertanian dan irigasi masih jadi prioritas kebutuhan masyarakat setempat, tidak hanya itu mahalnya harga pupuk juga jadi keluhan masyarakat serta pemunuhan kebutuhan pasilitas MCK di tempat ibadah.
Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng Purnama mengatakan, sering kali pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat soal, mahalnya harga pupuk, yang tembus di harga Rp 225 ribu perkwintal. Padahal harga pupuk sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), satu Pis Rp 90 ribu. Semestinya satu kwintal harganya Rp 180 ribu bukan 225 ribu.
“Mohon, pak dewan persoalan ini harus di atensi biar masyarakat tidak resah dengan harga pupuk yang mencekik,” katanya
Selanjutnya jalan usaha tani, secara kebetulan Desa telah menganggarkan pembukaan jalan usaha tani dan sudah tuntas dikerjakan, cuman karena keterbatasan anggaran dan ruas jalan tersebut masih belum sampai finish, pihaknya berharap untuk bisa dilanjutkan.
“Jalan usaha tani ini sangat membantu para petani kita, apalagi masyarakat Sukaraja rata rata berpenghasilan dari pertanian, akses jalan ini salah satu penopang utama dalam memberikan kemudahan bagi para petani kita, jalan yang sudah kami buka ini belum tuntas, mohon kiranya bisa dibantu agar mencapai 100 persen tuntas,” pintanya.
H. Sirojuddin menambahkan, di bagian utara Desa Sukaraja akses penunjang pertanian seperti Irigasi, masih jadi kebutuhan utama. Padahal aliran air dari hulu sudah ada, cuman di hilir belum mendukung, sehingga banyak luas lahan pertanian tidak bisa terairi, lantaran irigasi tidak mendukung.
“Dilokasi irigasinya sebenarnya sudah ada pak, tinggal direnovasi saja biar aliran air dari hulu sampai hilir, sampai ke lahan pertanian,” pintanya.
“Di kampung kami ini, kami punya Masjid Nurul Hidayah namanya pak, kami kekurangan tempat wudu’, sehingga mau tidak mau jamaah laki dan wanita berwudu’ secara bergiliran di satu tempat, maksud kami bapak dewan bisa membantu kami untuk dibangunkan tempat wudu’, biar untuk jamaah laki dan wanita punya tempat wudu’ masing-masing,” sambung M. Saleh.
Sementara itu Tarip anggota DPRD Loteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Pujut Praya Timur mengatakan, untuk pupuk sendiri ini memang selalu jadi persoalan yang tak pernah kunjung selesai dan tidak sedikit para demonstrasi menyuarakan hal itu.
“Persoalan mahalnya pupuk ini, nanti akan kami sampaikan,” katanya.
Selanjutnya kepada para pengusaha pupuk, pihaknya berharap jangan terlalu tinggi menaikkan harga, kalau sekedar Rp 15 ribu dari harga het, baginya itu masih wajar. Sebab yang namanya usaha pasti harus ada untung, cuman jangan terlalu berlebihan.
“Ia sewajarnya saja,” cetus politisi PKB ini.
Selanjutnya soal Irigasi, di tahun 2027, pihaknya sudah memasukkan saluran irigasi yang ada di perbatasan Sukaraja dan Pejanggik, tepatnya di Muntung Borot.
Di tempat tersebut setiap air datang selalu naik ke jalan raya, dan infonya gorong gorongnya terlalu kecil, sehingga pihaknya akan membuatkan gorong gorong bantuan menuju timur.
Karena konon dulu di sana sudah ada gorong gorong tapi sudah tertimbun dan akan dibuatkan gorong gorong baru.
Sedangkan untuk irigasi yang di mirkot ke utara, seperti yang terserap dalam reses ini, pihaknya akan mengupayakan di tahun 2028 mendatang. “Program 2027, sudah kita masukkan hasil reses kali ini, akan kita usulkan di tahun 2028,” janjinya.
Sedangkan usulan pengadaan tempat wudu’ baik yang ada di Musholla Nurul Huda ataupun Masjid Nurul Hidayah, insyaallah akan ia siasati tahun ini atau tahun 2027, tergantung anggaran.
“Untuk MCK atau tempat wudu’, insyaallah saya usahakan tahun ini jika ada anggaran, paling telat 2027, insyaallah sebab bisa kita siasati,” tutupnya. (Nu-01).
