Gempar NTB Audiensi Dengan UPTD BLUD PKM Janapria Seputar Isu Isu Miring

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Adanya masukan dan isu isu miring dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang di lakukan pihak managemen Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) pada Badan Layanan Umum Daerah (Blud) Puskesmas (PKM) Janapria Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng).

Hal tersebut memantik perhatian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Peduli Anggaran (Gempar) NTB, mendatangi UPTD Blud Puskesmas setempat, guna meluruskan isu isu miring, yang di laporkan masyarakat.

Ketua DPP Gempar NTB Ahmad Subur mengatakan, kedatangannya bersama anggota Gempar NTB, guna menyampaikan sekaligus meluruskan isu isu miring dari masyarakat masuk ke lembaga.

“Kedatangan kami ini jangan sekali kali dinilai ikut campur dan mencari kesalahan pihak UPTD Blud Puskesmas Janapria, namun kedatangan kami ini bermula dari laporan masyarakat, soal beberapa isu isu miring dan ini harus kami luruskan,” katanya.

Isu isu miring tersebut, pihaknya bersama anggota, mencoba turun sembari mendalami kebenaran atas isu tersebut.

“Selama beberapa minggu, kami terus mengumpulkan data, dan kami menduga apa yang dilaporkan masyarakat, kami nilai ada benarnya, tapi itu menurut kami, untuk lebih jelasnya itulah tujuan kami datang mempertanyakan langsung, ” ungkapnya

Sementara itu ketua DPD Loteng LSM Gempar NTB Hakim mengatakan, apa yang dikatakan ketua DPP Gempar NTB, soal kedatangannya ini bukan bertujuan mencari kesalahan, namun mau meluruskan isu isu miring tersebut.

Dimana isu tersebut diantaranya pertama, soal Makan minum pasien, yang diberikan hanya 1 kali sehari, isu tersebut terjadi di tahun anggaran 2024-2025.

Ke Dua soal Pemotongan Kapitasi karyawan, Ke Tiga Pungutan liar (Pungli) dalam pengajuan BPJS mencapai Rp. 250.000 hingga 300.000.

Empat, Kamar rawat inap bau sehingga pasien tidak nyaman dan ke Lima Dugaan Mark Up pengadaan barang dan obat obatan.

“Biar isu ini tidak simpang siur dan tidak lagi jadi buah bibir masyarakat, kami datang untuk mengetahui seperti apa kebenaran dari isu tersebut. Jadi maksud kami, jangan berpikir kami datang untuk mencari kesalahan,” katanya.

Sementara itu Kepala UPTD Blud Puskesmas Janapria Husnul Ummah, S.Kep., Ners mengatakan, untuk diketahui semua bentuk pekerjaan ataupun aktifitas di Puskesmas ini, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) dan aturan yang lain.

Sebab, apapun yang dilakukan aturannya sudah jelas, termasuk apa yang di persoalkan hari ini. “Kami bekerja sudah ada aturan mainnya, artinya kami di awasi oleh aturan, bukan semau maunya dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Pertama soal soal makan minum pasien, semua pasien diberikan hak haknya seauai dengan aturan, dan tidak benar pasien inap diberikan makan minum hanya sekali namun lebih dari itu.

Selanjutnya soal soal Pemotongan Kapitasi karyawan, dana kapitasi boleh di potong dengan catatan tidak hadir, kecuali karyawan tersebut tidak ada catatan atau alfa, maka sepersen pun hal mereka tidak boleh di potong.

“Soal pemotongan dana kapitasi, sudah di atur dan di kuatkan dengan PMK nomor 7 tahun 2022, teman teman silahkan bisa dibuka ” pinta Ummah.

Ke Tiga soal isu Pungli, biaya suket juga sudah diatur dalam Perda, dimana biaya Surat Keterangan (suket) Sehat, sekedar untuk melamar pekerjaan dikenakan biaya Rp 20 ribu, sedangkan untuk petugas MBG Rp 200 per orang. “Jadi tidak benar biaya satu suket itu tembus sampai Rp 350, jika ada yang pernah membayar demikian, itu adalah oknum dan bukan karyawan kami, kami haramkan yang namanya Pungli,” tegasnya.

Soal BPJS, pakes Janapria ada sekitar 400 orang BPJS nya sudah tidak aktif dan pihaknya sudah melaporkan hal tersebut.

Terakhir soal kebersihan, masing-masing sudah ada petugas dan pihaknya yakin semua petugas sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Ummah menambahkan, kepedulian teman teman lembaga pihaknya ucapkan banyak terimakasih, sebab pihaknya yakin teman teman lembaga tidak akan datang jika tanpa ada kepedulian dan cinta terhadap Puskesmas ini.

Dari itu, mari pihaknya dengan terbuka untuk bersama sama memajukan Puskesmas ini, kritik dan saran tentunya sangat diharapkan, demi peningkatan pelayanan lebih baik di Puskesmas.

“Tidak ada manusia yang sempurna di atas dunia ini, pasti ada salah, saling mengingatkan adalah salah satu cara kita untuk saling memperbaiki, Terimakasih kami ucapkan dan mari kita sama sama jaga Puskesmas ini lebih baik,” tutupnya. (NU-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *