Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sejumlah Anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng), tahun ini sedang melaksanakan program Serap Aspirasi (Reses) tahun Ke III.
Salah satunya Lalu Hadimi anggota DPRD Loteng Daerah Pemilihan (Dapil) III Praya Timur Pujut Loteng, dari Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Politisi Fraksi Partai Perindo ini, melaksanakan reses di Dusun Gunung Tinggang Desa Prabu Kecamatan Pujut Loteng.
Anggota DPRD Loteng Lalu Hadimi mengatakan, dari sekian titik lokasi tempat melaksanakan Reses, infrastruktur jalan satu satunya jadi keluhan yang tidak pernah absen jadi keluhan masyarakat.
“Dari sekian titik tempat saya laksanakan Reses, permintaan masyarakat selalu berbeda-beda, kecuali infrastruktur jalan. Artinya permintaan infrastruktur jalan merata dan wajib jadi permintaan masyarakat,” katanya, Senin (8/6).
Demikian pula saat melaksanakan Reses di di Dusun Gunung Tinggang Desa Prabu Kecamatan Pujut, di mana di tempat ini ada dua permintaan masyarakat, yaitu pemberdayaan masyarakat dan Infrastruktur jalan.
“Infrastruktur jalan jadi prioritas utama permintaan masyarakat,” sambung politisi Perindo ini.
Dikatakan, infrastruktur jalan jadi prioritas permintaan masyarakat, baginya itu sah, mengingat infrastruktur jalan salah satu kebutuhan pokok dan penunjang segala bidang. Baik mulai dari penunjang pergerakan perekonomian masyarakat, harga tanah semakin naik, aktifitas masyarakat semakin lancar dan yang lainnya.
“Yang jelas jika jalan sudah bagus, masyarakat pasti senang, dan saya selaku wakil dari masyarakat yang meminta, pasti akan saya balas, sebab saya duduk jadi wakil di parlemen, berkat dukungan dari masyarakat, makanya wajib saya akan penuhi,” janjinya.
Selanjutnya soal pemberdayaan masyarakat di Dusun Gunung Tinggang Desa Prabu Kecamatan Pujut, meminta Pengadaan ternak ayam beserta kandangnya.
Permintaan tersebut baginya sangat tepat, mengingat masyarakat di Dusun tersebut banyak yang kesehariannya memelihara ayam namun masih skala kecil itu karena terbentur biaya
“Itu harus kita dukung paling tidak kita akan anggarkan untuk pengadaan kandang secara berkelompok,” ungkapnya.
Selain itu ada juga masyarakat yang meminta pelatihan kerajinan tangan, dalam bentuk barang atau benda yang dibuat menggunakan keterampilan dan sentuhan tangan.
Seperti kerajinan barang bekas atau daur ulang, dengan memanfaatkan limbah atau barang tak terpakai untuk dijadikan barang baru yang lebih fungsional dan bernilai estetika.
Seperti untuk membuat Lampu hias dari botol plastik bekas, tempat pensil dari kaleng atau kardus, dan tas dari bungkus kopi atau kain perca.
Selain itu kerajinan yang berbahan lunak dengan menggunakan material yang bersifat empuk, lentur, atau mudah dibentuk, yang bahannya bersumber dari Alam, seperti Tanah liat bisa dijadikan gerabah atau keramik, serat alam seperti rotan dan kulit.
Kerajinan Kayu dan Bambu seperti Seni kriya yang membutuhkan teknik khusus seperti mengukir, memotong, dan merangkai material keras, seperti ukiran kayu, miniatur perahu, dan berbagai anyaman bambu seperti keranjang serta tas.
“Di Dusun Gunung Tinggang ini bisa dikatakan tidak jauh dari laut, tidak sedikit masyarakat jadi nelayan dan ingin ada pelatihan kerajinan miniatur perahu, agar perahu mereka lebih bagus dan cantik,” ungkapnya.
Termasuk Kerajinan Tradisional Khas Nusantara yang memiliki nilai filosofis dan budaya, seperti kerajinan Kain tenun dan songket. “Pada intinya kerajinan ini bisa mengasah kreativitas, hingga menciptakan peluang wirausaha yang bernilai ekonomis, apalagi Desa Prabu secara khusus masuk dalam penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang sudah go Internasional, dan kami juga sudah melakukan kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Praya. Satu persatu insyaallah permintaan masyarakat ini kami akan penuhi sebatas kemampuan dan anggaran yang ada,” tutupnya. (Nu-01).
